Connect with us

Berita

Kepala BKKBN: Masyarakat Miskin Indonesia Tetap Bahagia Meski Hadapi Tantangan Ekonomi

Meskipun keluarga miskin di Indonesia menghadapi tantangan ekonomi, laporan iBangga menunjukkan tingkat kebahagiaan yang tetap tinggi.

Actress 1299250

Published

on

Kepala BKKBN Masyarakat Miskin Indonesia Tetap Bahagia Meski Hadapi Tantangan Ekonomi
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. Gambar : X/@BKKBN

MPN Indonesia 24 Juli 2024 - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa meskipun masyarakat Indonesia, khususnya keluarga miskin, menghadapi berbagai tantangan ekonomi, tingkat kebahagiaan mereka tetap tinggi.

Hal ini diungkapkan berdasarkan hasil pengukuran Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga), yang dilakukan oleh BKKBN.

Laporan terbaru ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, walaupun memiliki kemandirian ekonomi yang rendah, masih mampu merasakan kebahagiaan.

Dalam laporan yang dirilis pada Jumat (19/7), Hasto menekankan bahwa indikator kebahagiaan masyarakat tetap menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Ia menyatakan bahwa meskipun kemandirian ekonomi masih menjadi tantangan besar, hasil iBangga menunjukkan bahwa masyarakat tetap memiliki rasa bahagia.

Tiga Indikator Utama iBangga: Ketenteraman, Kemandirian, dan Kebahagiaan

iBangga mengukur kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan tiga indikator utama: ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan.

Dari ketiga indikator tersebut, kebahagiaan memperoleh skor tertinggi dengan nilai 72. Sementara itu, kemandirian hanya berada di angka 51, sedangkan ketenteraman memiliki skor sekitar 56 atau 57.

Angka ini menunjukkan bahwa walaupun kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di kalangan keluarga miskin, masih lemah, hal tersebut tidak serta merta memengaruhi kebahagiaan mereka.

“Kenyataannya, meskipun miskin, masyarakat masih bisa bersyukur dan tidak merasa sedih,” ujar Hasto.

Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan masyarakat lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kehidupan berkomunitas dan gotong royong, daripada kondisi ekonomi semata.

Pengaruh Kehidupan Sosial Terhadap Kebahagiaan

Menurut Hasto, kebahagiaan yang tinggi di kalangan masyarakat, meski dihadapkan pada berbagai kesulitan ekonomi, erat kaitannya dengan aspek-aspek sosial dalam kehidupan mereka.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bertemu Audiensi PP Muslimat NU, Apresiasi Program Muslimat NU Atasi Kemiskinan Ekstrem

Aktivitas seperti kehidupan berkomunitas, gotong royong, serta kegiatan rekreasi dan komunikasi, memainkan peran penting dalam membangun dan mempertahankan rasa kebahagiaan.

Ia mencontohkan bahwa partisipasi dalam kegiatan sosial, seperti ronda malam atau gotong royong di desa, dapat memberikan rasa kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial, yang pada akhirnya meningkatkan kebahagiaan.

Aktivitas-aktivitas sosial semacam ini sering kali mampu mengalihkan perhatian dari kesulitan ekonomi dan menciptakan suasana yang lebih positif di kalangan masyarakat.

Ketenteraman Masyarakat: Status Pernikahan dan Dokumen Legal

Indikator pertama yang diukur oleh iBangga adalah ketenteraman, yang mencakup faktor-faktor seperti status pernikahan dan kepemilikan dokumen legal.

Hasto menjelaskan bahwa indeks ketenteraman dipengaruhi oleh adanya faktor-faktor seperti perceraian dan kepemilikan akta nikah.

Pasangan suami istri yang memiliki dokumen legal seperti akta nikah biasanya memiliki skor ketenteraman yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki dokumen resmi.

“Kepemilikan dokumen legal, seperti akta nikah, memberikan rasa aman dan stabilitas dalam rumah tangga, yang berkontribusi pada tingkat ketenteraman yang lebih baik,” kata Hasto.

Kemandirian Ekonomi: Tantangan bagi Keluarga Miskin

Indikator kedua yang diukur dalam iBangga adalah kemandirian, yang berfokus pada kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara mandiri.

Skor kemandirian yang masih rendah, yaitu 51, mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga miskin di Indonesia.

Hal ini menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.

Hasto menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi memerlukan langkah-langkah konkret, termasuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan akses terhadap lapangan kerja.

Namun, ia juga mengakui bahwa faktor-faktor ekonomi ini memerlukan waktu dan upaya yang berkelanjutan untuk dapat diatasi secara efektif.

Baca Juga:  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen pada Kuartal II Tahun 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Kebahagiaan Sebagai Indikator Sosial

Meskipun skor kemandirian rendah, kebahagiaan yang dicapai oleh masyarakat masih cukup tinggi, dengan skor 72.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial, seperti gotong royong, rekreasi, dan komunikasi antarwarga, mampu menciptakan lingkungan yang positif meskipun ada berbagai tantangan ekonomi.

Kebahagiaan masyarakat terlihat jelas dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan interaksi sosial, misalnya saat bergotong royong atau berpartisipasi dalam kegiatan ronda malam.

“Kebahagiaan ini sering kali tampak meskipun ada tantangan ekonomi,” kata Hasto.

Selain itu, tantangan di bidang makroekonomi juga turut memengaruhi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita18 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti26 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi34 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal44 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga1 hour ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional1 hour ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Trending