Berita
Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Padang, Ratusan Warga Mengungsi
Banjir Padang pada 10 Oktober 2026 menyebabkan 672 warga mengungsi di Kuranji. Tim SAR mengevakuasi 238 jiwa dari tiga kecamatan terdampak.
MPN Indonesia 12 Oktober 2026 - Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10), setelah hujan deras menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Pendataan sementara mencatat sebanyak 225 kepala keluarga (KK) atau 498 jiwa terdampak banjir.
Sementara itu, laporan pengungsian mencatat 672 jiwa berada di sejumlah lokasi di Kecamatan Kuranji.
Kedua angka tersebut masih dalam proses pemutakhiran oleh petugas di lapangan.
Tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi 238 warga dari kawasan terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan tersebut pada Minggu (11/10).
“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” kata Berton dalam keterangannya.
Banjir Bandang di Padang Melanda Tiga Kecamatan
Berdasarkan data BNPB, banjir melanda Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Sebanyak enam kelurahan tercatat terdampak, meliputi:
- Kelurahan Kuranji;
- Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto;
- Kelurahan Batipuh Panjang;
- Kelurahan Lubuk Minturun;
- Kelurahan Tabiang Banda Gadang; dan
- Kelurahan Gurun Laweh.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut Kuranji dan Koto Tangah sebagai wilayah yang terdampak paling parah.
Banjir terparah terjadi di Guo Lapau Munggu, Lumin Park, dan Kampung Apa.
“Terparah di sana. Memang ada di daerah lain, namun tidak separah lokasi-lokasi itu (Guo Kuranji dan Lumin Park),” kata Hendri dalam keterangannya.
Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun kembali terendam banjir setelah sebelumnya mengalami bencana serupa pada akhir November 2025.
Sebanyak 672 Warga Mengungsi dan 238 Jiwa Dievakuasi
BNPB mencatat sebanyak 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi di Kecamatan Kuranji mencapai 672 jiwa.
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi penampungan, dengan rincian sebagai berikut:
- 367 jiwa: Tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga.
- 250 jiwa: Musala Ar Ridwan Kampung Tangah.
- 55 jiwa: Warung Jembatan Guo.
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak.
BPBD Kota Padang bersama unsur terkait juga melakukan kaji cepat untuk mendata warga yang membutuhkan pertolongan.
Sebelumnya, belasan warga dilaporkan terjebak banjir dan membutuhkan evakuasi.
Sejumlah warga bahkan memilih naik ke loteng rumah untuk menyelamatkan diri sambil meminta pertolongan tim SAR.
“Kita fokus evakuasi dulu,” ucap Hendri.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir di Padang.
Bantuan Logistik Disalurkan kepada Warga Terdampak
Selain melakukan evakuasi, petugas menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
BNPB, BPBD Kota Padang, dan Dinas Sosial Kota Padang turut mendistribusikan bantuan tersebut.
Rincian bantuan yang telah disalurkan, yakni:
- BNPB: 500 bungkus nasi.
- BPBD Kota Padang: 100 selimut.
- Dinas Sosial Kota Padang:
- 23 dus mi instan;
- 30 paket makanan anak;
- 30 paket perlengkapan keluarga (family kit);
- 16 paket pakaian anak; dan
- 30 unit atau lembar kasur.
Berton menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan di setiap wilayah terdampak.
“Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi,” kata Berton.
Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan ke Lokasi Banjir
Polda Sumatra Barat turut mengerahkan personel gabungan untuk membantu penanganan banjir.
Petugas diterjunkan ke Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.
Personel yang dilibatkan berasal dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, serta Polresta Padang.
Unsur SAR dan Basarnas juga terlibat dalam proses evakuasi.
Petugas membantu mengevakuasi warga, mengamankan permukiman, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan.
Genangan Banjir Mengganggu Akses Jalan di Padang
Banjir juga mengganggu arus transportasi di sejumlah ruas jalan Kota Padang.
Genangan air masih menghambat kendaraan di beberapa lokasi pada Sabtu (10/10).
Genangan terjadi di kawasan By Pass depan Rumah Sakit Siti Rahma.
Ruas jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan akibat tingginya genangan air.
Kondisi serupa terjadi di depan pemakaman umum Tunggul Hitam.
Banjir menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dan menimbulkan kemacetan panjang di kawasan tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
