Viral
Kelangkaan BBM di Bali Picu Antrean Panjang, Perempuan Pingsan usai Antre Berjam-jam
Kelangkaan BBM di Bali menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Pertamina ungkap penyebab gangguan pasokan.
Bali, MPN Indonesia 15 Oktober 2026 - Kelangkaan BBM di Bali menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU hingga Rabu (14/10).
Seorang perempuan asal Desa Bongkasa, Badung, pingsan setelah mengantre selama berjam-jam pada Selasa (13/10) pagi.
Gangguan pasokan akibat kendala bongkar muat kapal tanker menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM tersebut.
Pertamina menyiapkan tambahan pasokan dan memperpanjang jam operasional SPBU untuk mengatasi antrean.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan kendala teknis yang menghambat proses bongkar muat bahan bakar.
“Akibat kendala tersebut, jadwal bongkar muat BBM yang semula direncanakan berlangsung pukul 06.30 WITA harus mundur hingga pukul 22.00 WITA,” ujar Simon, dikutip MPN Indonesia dari Tribun Video pada Kamis (15/10).
Kapal pengangkut mengalami kesulitan menurunkan jangkar sebelum melakukan bongkar muat.
Gangguan tersebut berdampak pada distribusi Pertalite dan Pertamax ke sejumlah wilayah di Bali.
Perempuan Pingsan Saat Antre BBM di Badung
Seorang perempuan asal Desa Bongkasa pingsan di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (13/10).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA setelah korban mengantre selama berjam-jam.
Perempuan tersebut diduga mengalami kelelahan karena kondisi fisiknya kurang sehat.
Petugas kepolisian bersama petugas SPBU segera memberikan pertolongan kepada korban.
Petugas kemudian membawa perempuan tersebut menggunakan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.
Insiden itu terjadi ketika antrean kendaraan masih berlangsung di sejumlah SPBU.
Selain di Badung, antrean kendaraan juga terjadi di Denpasar, Klungkung, Buleleng, dan Bangli.
Pengendara harus mendatangi beberapa SPBU untuk mencari bahan bakar yang masih tersedia.
Antrean BBM di Bali Capai 5 Kilometer
Antrean kendaraan terjadi di berbagai wilayah Bali sejak beberapa hari sebelumnya.
Sejumlah pengendara bahkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bensin.
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Bali berdasarkan laporan pada 12–14 Oktober 2026.
Di Kabupaten Badung, antrean kendaraan di SPBU Dalung-Abianbase menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Buduk hingga sekitar 1 kilometer.
Sementara itu, di Denpasar, antrean kendaraan di simpang Jalan HOS Cokroaminoto-Gatot Subroto mencapai sekitar 500 meter pada Selasa (13/10).
Di Kabupaten Klungkung, warga terpaksa mengantre untuk membeli Pertamax di SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih setelah stok Pertalite habis.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Buleleng, dengan antrean kendaraan terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, serta sejumlah SPBU lainnya.
Adapun di Kabupaten Bangli, antrean kendaraan di SPBU Jalan Raya Penelokan, Kintamani, dilaporkan mencapai sekitar 200 meter.
Sementara itu, seorang warga bernama Ketut Sudiarsa melaporkan antrean mencapai lima kilometer di beberapa daerah yang dikunjunginya.
“Rakyat Bali dalam keadaan duka. Saya katakan duka karena mereka harus berjam-jam mengantre di semua SPBU. Sampai kapan? Di beberapa daerah yang saya kunjungi, antrean bahkan sampai lima kilometer, dan itu sudah terjadi sejak sebulan lalu,” ujar Ketut, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com.
Ketut menyampaikan pernyataan tersebut saat membagikan makanan dan minuman kepada pengendara di SPBU Hayam Wuruk, Denpasar.
Pengemudi Ojol Kehilangan Penghasilan
Kelangkaan BBM juga berdampak pada pengendara yang membutuhkan kendaraan untuk bekerja.
Sejumlah warga harus berpindah SPBU karena stok bensin tidak tersedia.
Di Denpasar, seorang warga bernama Aries mengaku telah mencari bensin selama sekitar satu jam.
Ia mendatangi empat SPBU sebelum mencoba membeli bensin di Pertamini Jalan Pulau Tarakan.
Namun, Aries tetap tidak mendapatkan bahan bakar setelah mengantre selama sekitar 20 menit. Stok bensin di tempat pengecer tersebut telah habis.
Pemilik Pertamini, Akmal Yadi, menerima pasokan sebanyak 90 liter sekitar pukul 21.15 WITA. Seluruh persediaan tersebut habis pada pukul 23.00 WITA, Senin (12/10).
Seorang pengemudi ojek online bernama Dodik juga mengalami kesulitan mendapatkan bensin.
Ia harus menonaktifkan aplikasi ketika mengantre di SPBU kawasan Renon, Denpasar.
Dodik sebelumnya telah mendatangi empat SPBU untuk mencari bahan bakar.
Waktu yang digunakan untuk mengantre membuatnya kehilangan kesempatan menerima pesanan.
Di Kintamani, sopir jip wisata turut mencari Pertalite untuk kebutuhan operasional kendaraan.
Mereka membutuhkan bensin untuk mengantar wisatawan menuju kawasan black lava dan sunrise point Gunung Batur.
Sementara itu, Suanda (61), warga Desa Tajun, Buleleng, membawa sebotol bensin cadangan saat bepergian.
Ia khawatir kehabisan bahan bakar selama perjalanan.
Pertamina Jelaskan Penyebab Kelangkaan BBM di Bali
Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Senin (12/10).
Pertemuan tersebut membahas ketersediaan dan distribusi Pertalite serta Pertamax.
Koster meminta Pertamina menjelaskan penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU.
Dalam pertemuan lanjutan pada Selasa (13/10), Simon Aloysius Mantiri menjelaskan gangguan teknis kapal tanker yang menghambat pasokan.
Proses bongkar muat yang semula dijadwalkan pukul 06.30 WITA baru berlangsung pukul 22.00 WITA. Simon juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak.
Selain gangguan pasokan, Koster menyebut kepanikan masyarakat turut menyebabkan antrean.
Menurutnya, warga yang khawatir kehabisan bensin melakukan pengisian secara bersamaan.
Koster meminta masyarakat tidak panik dan menyatakan pasokan bahan bakar tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pertamina Tambah Pasokan 57,9 Juta Liter BBM
PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan tambahan pasokan sebanyak 57,9 juta liter BBM pada Rabu (14/10).
Pengiriman dilakukan secara bertahap menggunakan kapal tanker melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan langkah perusahaan dalam mempercepat pemulihan distribusi.
“Pertamina Patra Niaga mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami memperkuat pasokan, menambah jam operasional SPBU, mengerahkan dukungan personel, serta mengoptimalkan armada distribusi,” kata Kitty, Rabu (14/10).
Pengiriman tambahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Oktober 2026.
Sebelumnya, Pertamina juga melaporkan kedatangan Pertalite dan Pertamax pada Selasa (13/10).
Rincian pasokan dan kebutuhan bahan bakar yang disampaikan Pertamina meliputi:
- 19,2 juta liter Pertalite: Pasokan yang dilaporkan tiba pada Selasa (13/10).
- 3 juta liter Pertamax: Pasokan tambahan yang dilaporkan telah tiba di Bali.
- 57,9 juta liter: Tambahan pasokan yang diumumkan pada Rabu (14/10) untuk pengiriman bertahap.
- Sekitar 2.200 kiloliter per hari: Rata-rata konsumsi Pertalite berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga.
Pertamina sebelumnya memperkirakan pasokan 19,2 juta liter Pertalite mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari.
Perkiraan tersebut didasarkan pada konsumsi harian sekitar dua hingga tiga juta liter.
Perusahaan juga mengoptimalkan distribusi dari terminal menuju SPBU dengan mempertimbangkan persediaan dan konsumsi setiap wilayah.
Pertamina Tambah SPBU Beroperasi 24 Jam
Pertamina memperpanjang jam pelayanan sejumlah SPBU untuk mengurangi antrean kendaraan.
Pada Selasa (13/10), sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam.
SPBU di Gianyar dan Tabanan juga disiapkan untuk menerapkan kebijakan serupa dalam satu hingga dua hari berikutnya.
Pertamina menyampaikan rencana penambahan 60 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Denpasar. Sebelumnya, terdapat 24 SPBU dengan layanan sepanjang hari.
“Selain memastikan pasokan terus bertambah, kami juga memperluas akses pelayanan melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam serta memperkuat kesiapan personel dan armada distribusi,” ujar Kitty.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
