Connect with us

Berita

Siswa SD kena Drop Out usai Ortunya Protes gegara Sekolah Sunat 50% Uang Hadiah Lomba

Seorang siswa di SDN 005 Tanjungpinang Kota dikeluarkan dari sekolah usai orang tuanya memprotes dugaan pungli.

Adinda

Published

on

Siswa SD kena Drop Out usai Ortunya Protes gegara Sekolah Sunat 50% Uang Hadiah Lomba
Siswa SD kena DO usai Ortunya Protes gegara Sekolah Sunat 50% Uang Hadiah Lomba | Gambar : Dok. Ortu

MPN Indonesia 13 Desember 2024 - Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Tanjungpinang Kota dikeluarkan dari sekolah setelah orang tuanya memprotes dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan sekolah.

Orang tua siswa, Indra Imran menyatakan bahwa anaknya sebelumnya memenangkan juara I dalam Festival Tunas Bahasa Ibu, mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk Kota Tanjungpinang.

Namun pihak sekolah melakukan pemotongan 50% terhadap uang hadiah yang diterima anak Indra.

Padahal menurut Indra, kepala sekolah terdahulu tak pernah melakukan pemotongan hadiah saat anak Indra memenangkan lomba.

“Sebelumnya anak saya pernah meraih prestasi serupa tanpa ada pemotongan hadiah dari kepala sekolah terdahulu,” kata Indra (11/12).

Sekolah Diduga Buat Surat Pindah atas Nama Orang Tua Siswa

Mengetahui jika hadiah lomba anaknya dipotong 50% oleh sekolah, Indra pun langsung melayangkan protes.

Namun, pihak sekolah justru membuat permohonan surat pindah sekolah anak Indra, dengan menggunakan nama istri Indra.

“Setelah saya tahu hadiah itu dipotong oleh sekolah, saya memprotes. Karena protes itu, sekolah langsung membuat surat permohonan pindah atas nama istri saya,” kata Indra.

Surat keterangan pindah tersebut bahkan telah ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN 005.

Indra menuturkan bahwa akibat surat tersebut, anaknya kini harus menumpang bersekolah di tempat lain.

“Karena surat ini, anak kami jadi menumpang sekolah. Kami harus pindah karena kami tidak mau anak kami tidak dianggap di sekolah,” jelas Indra.

Pihak Sekolah Klarifikasi ke Dinas Pendidikan

Menanggapi kejadian ini, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang, Achmad Suprapto menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi.

Baca Juga:  Viral! Anak SD di Tangerang Diduga jadi Korban Tabrak Lari saat Bersepeda, Polisi Buru Pelaku

Menurut kepala sekolah, surat pindah dibuat atas permintaan orang tua siswa, dengan bukti berupa pesan WhatsApp.

“Saya baru saja bertemu dengan kepala sekolah. Informasinya, pemindahan itu berdasarkan permintaan orang tua,” ujar Achmad.

Namun, Achmad mengakui bahwa Disdik belum mengonfirmasi langsung ke orang tua siswa, karena belum ada laporan resmi dari mereka.

“Saya belum bertemu dengan orang tua siswa. Tidak ada laporan dari orang tua ke Disdik,” tutup Achmad.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending