Connect with us

Internasional

Israel Serang Bandara Yaman, Dirjen WHO Nyaris jadi Korban

Direktur WHO, Tedros Adhanom, selamat dari serangan udara Israel di Bandara Sana’a, Yaman. Serangan ini merenggut dua nyawa dan melukai kru pesawat.

Logompn

Published

on

Israel Serang Bandara Yaman, Dirjen WHO Nyaris jadi Korban
Israel Serang Bandara Yaman, Dirjen WHO Nyaris jadi Korban. Gambar: Denis Balibouse/Reuters

MPN Indonesia 28 Desember 2024 - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, selamat dari serangan udara Israel yang menghantam Bandara Internasional Sana’a, Yaman, pada Kamis (26/12).

Insiden tersebut terjadi saat Tedros dan timnya bersiap meninggalkan Yaman setelah menyelesaikan misi kemanusiaan.

Serangan ini menyebabkan dua orang tewas dan seorang kru pesawat terluka.

“Saat kami hendak menaiki pesawat di Bandara Sana’a, serangan udara terjadi secara tiba-tiba. Salah satu kru pesawat kami terluka, dan dua orang dilaporkan tewas,” tulisnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency, pada Jumat (27/12).

Melalui akun media sosialnya, Tedros melaporkan bahwa serangan terjadi sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan mereka.

Serangan tersebut merusak menara pengawas, ruang tunggu keberangkatan, serta landasan pacu bandara, yang mengakibatkan penundaan keberangkatan tim WHO.

Tedros turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Misi Kemanusiaan WHO di Yaman

Kunjungan Tedros ke Yaman bertujuan untuk menegosiasikan pembebasan staf PBB yang ditahan serta menilai situasi kesehatan di negara tersebut.

WHO dan PBB sebelumnya telah menyerukan pembebasan para tahanan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi kemanusiaan di Yaman.

Tedros menekankan urgensi misi ini mengingat situasi kritis yang dialami masyarakat Yaman akibat konflik berkepanjangan.

Serangan Israel ke Target Strategis

Militer Israel mengonfirmasi serangan terhadap sejumlah target strategis di Yaman, termasuk Bandara Sana’a, pembangkit listrik, dan tiga pelabuhan di pantai barat.

Serangan ini diklaim sebagai langkah untuk melemahkan pemberontak Houthi yang menguasai wilayah tersebut.

Al Masirah TV, media yang dikelola kelompok Houthi, melaporkan bahwa enam orang tewas dan 40 lainnya terluka akibat serangan ini.

Baca Juga:  Taufik Hidayat Berhasil Ditangkap, Korban: Saya Ingin Dia Dihukum Seberat Mungkin, Biar Dia Rasain Apa yang Saya Rasain

Di Bandara Sana’a, serangan menargetkan menara pengawas yang mengganggu operasional bandara.

Infrastruktur pelabuhan di Hodeidah dan pembangkit listrik Hezyaz juga dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Media setempat menyebutkan bahwa bandara ini sebelumnya telah menjadi target serangan Israel.

Respons Kelompok Houthi

Kelompok Houthi merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di Laut Merah.

Mereka menyatakan tindakan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza yang menjadi korban konflik.

Ketegangan antara Israel dan Houthi meningkat sejak serangan balasan kelompok tersebut ke Tel Aviv pada pekan sebelumnya.

Serangan udara Israel di Yaman berlangsung di tengah eskalasi konflik yang meluas di kawasan, khususnya di Gaza.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa operasi terhadap Yaman akan terus berlanjut hingga infrastruktur Houthi hancur total.

Israel menuduh Houthi sebagai bagian dari “poros terorisme Iran” yang mendukung serangan ke wilayahnya.

Kampanye militer Israel di Gaza sendiri dimulai pada Oktober 2023 sebagai respons terhadap serangan oleh Hamas yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Konflik ini telah memicu solidaritas kelompok Houthi terhadap Palestina, yang diwujudkan dalam bentuk serangan rudal dan drone ke Israel.

Trending