Connect with us

Berita

Tak Terima Ibunya Viral, Anak Guru Marah-marah Minta Bukti atas Kasus Siswa Belajar di Lantai

Anak guru yang hukum siswanya untuk belajar di lantai selama 3 hari tak terima ibunya jadi sorotan negatif. Ia marah-marah di depan orang tua korban.

Actress 1299250

Published

on

Tak Terima Ibunya Viral, Anak Guru Marah marah Minta Bukti atas Kasus Siswa Belajar di Lantai
Tak Terima Ibunya Viral, Anak Guru Marah-marah Minta Bukti atas Kasus Siswa Belajar di Lantai. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@lambe_turah

MPN Indonesia 13 Januari 2025 - Kasus seorang siswa SD yang dihukum belajar di lantai karena menunggak SPP selama tiga bulan menuai beragam tanggapan dari netizen.

Insiden ini terjadi di sebuah sekolah swasta di Kota Medan, melibatkan seorang guru wali kelas dan siswa berinisial IM.

Kasus ini viral setelah orang tua siswa, Kamelia, mengungkap perlakuan yang diterima anaknya melalui media sosial.

Guru Diduga Memberikan Hukuman karena Tunggakan SPP

Kejadian ini bermula ketika IM, siswa kelas 4, dihukum belajar di lantai karena menunggak pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama tiga bulan.

Kamelia, ibu IM, merasa keberatan dengan perlakuan tersebut.

Ia mengaku bahwa guru wali kelas sempat menantangnya untuk memviralkan kejadian tersebut.

Peristiwa ini menarik perhatian publik dan akhirnya dimediasi oleh pihak sekolah, yayasan, serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatra Utara pada Sabtu (11/1).

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Namun, Kamelia tetap berencana memindahkan anaknya ke sekolah lain karena IM mengalami trauma akibat perlakuan tersebut.

Anak Guru Meminta Bukti

Di tengah polemik, muncul konflik baru yang melibatkan anak dari guru yang diduga memberikan hukuman.

Anak guru tersebut tidak terima ibunya menjadi sorotan negatif.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial pada Minggu (12/1), anak guru itu terlihat mendatangi Kamelia untuk meminta bukti dan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Dalam video tersebut, perempuan yang mengenakan baju hijau dan hijab coklat itu tampak emosi dan menuding Kamelia hanya berbicara tanpa bukti.

Baca Juga:  Siswa SD di Meruya Terlindas Mobil Pajero Saat sedang Mengikat Tali Sepatu

“Maaf, saya tidak terima. Silakan jelaskan, ibu ini hanya cuap-cuap,” tegasnya yang tak terima.

Cekcok antara keduanya berlangsung cukup panas hingga akhirnya dilerai oleh beberapa pihak, termasuk polisi yang berada di lokasi.

Bukti Pesan Suara Diajukan oleh Orang Tua Siswa

Menanggapi tuduhan dari anak guru tersebut, Kamelia menyatakan bahwa ia memiliki bukti berupa pesan suara.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Kamelia telah berupaya meminta keringanan waktu pembayaran SPP sejak Selasa sebelumnya.

Namun, bukti ini tampaknya belum cukup meredakan ketegangan yang terjadi.

Kondisi Siswa Setelah Hukuman

Hukuman yang diberikan kepada IM disebut berlangsung selama tiga hari.

IM mengaku enggan kembali ke sekolah karena merasa malu setelah dihukum belajar di lantai dan disoraki oleh teman-temannya.

Kamelia baru mengetahui alasan anaknya tidak mau sekolah setelah IM menceritakan kejadian tersebut.

Trending