Connect with us

Berita

Seperti Di-prank, Bidan di Polman Malu dan Kecewa Hadiah Motornya Ditarik Kembali oleh Pemkab

Rusmiati Aminuddin, Nakes Teladan Polman 2024, kecewa setelah hadiah motor dari Pemkab Polman ditarik kembali dengan alasan administrasi.

Actress 1299250

Published

on

Seperti Di prank, Bidan di Polman Malu dan Kecewa Hadiah Motornya Ditarik Kembali oleh Pemkab
Seperti Di-prank, Bidan di Polman Malu dan Kecewa Hadiah Motornya Ditarik Kembali oleh Pemkab. Gambar: Kompas.com/Junaedi

MPN Indonesia 13 Januari 2025 - Rusmiati Aminuddin, seorang bidan desa di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengalami kekecewaan setelah hadiah motor yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman ditarik kembali.

Insiden ini terjadi usai Rusmiati dinobatkan sebagai Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan 2024, sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan RI.

Penyerahan Hadiah saat Hari Kesehatan Nasional

Hadiah motor Yamaha Gear tersebut awalnya diberikan secara simbolis kepada Rusmiati pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, yang digelar di RSUD Pratama Wonomulyo pada 12 November 2024.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Polman, Muhammad Ilham Borahima, di hadapan publik.

Momen itu bahkan sempat viral di media sosial sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Rusmiati yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Taloba, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar).

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Setelah acara, motor tersebut segera ditarik kembali oleh pihak Pemkab Polman dengan alasan proses administrasi yang belum selesai.

Rusmiati mengungkapkan kekecewaannya kepada media pada Minggu (12/1).

“Setelah kunci motor diserahkan, saya berpikir bisa langsung membawa motor itu pulang. Tapi pihak Dinas Kesehatan bilang harus diurus dulu di kantor Pemkab. Hingga sekarang, motornya belum ada,” kata Rusmiati.

Rasa Malu dan Kecewa

Kejadian ini tidak hanya membuat Rusmiati kecewa, tetapi juga menanggung rasa malu, terutama karena kabar pemberian hadiah tersebut telah diketahui oleh rekan-rekannya.

“Rasa malunya luar biasa. Saya sudah foto-foto dengan motor itu, dan teman-teman tahu saya mendapat hadiah. Tapi kenyataannya, motor itu tidak pernah benar-benar saya terima,” ujarnya.

Baca Juga:  Ini 10 Tips Beli Motor Bekas, Dijamin Gak Gagal!

Rusmiati menambahkan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika memang sejak awal tidak ada hadiah.

Namun, ia menyayangkan cara Pemkab yang dianggap tidak konsisten dalam menepati janji.

Penjelasan Pemkab Polman

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman, dr. Mustaman, memberikan klarifikasi terkait insiden ini.

Ia menjelaskan bahwa penarikan motor dilakukan karena anggaran pengadaan belum dicairkan oleh Badan Keuangan Pemkab Polman.

“Kami sudah mengajukan usulan anggaran ke Badan Keuangan. Seluruh dokumen administrasi dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) juga sudah selesai. Jika anggaran sudah cair, pembayaran ke dealer bisa langsung dilakukan, dan motor akan diserahkan kembali,” jelas Mustaman.

Hingga kini, janji tersebut belum terealisasi, dan Rusmiati masih menunggu kejelasan dari Pemkab Polman.

“Bukan masalah hadiahnya, tapi soal penghargaan dan kepercayaan. Jika sudah dijanjikan dan diumumkan secara formal, seharusnya dipenuhi,” tambah Rusmiati.

Saat ini, Rusmiati berharap Pemkab Polman segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak menjadi preseden buruk di masa mendatang.

Trending