Connect with us

Berita

Heboh Soal Koin Jagat, Pemprov Jakarta dan Komdigi Bersinergi untuk Evaluasi Penindakan

Game Koin Jagat yang viral menuai kontroversi karena menyebabkan kerusakan fasilitas umum di Jakarta. Pemprov DKI bersama Komdigi akan mengevaluasi aplikasi ini.

Actress 1299250

Published

on

Heboh Soal Koin Jagat, Pemprov Jakarta dan Komdigi Bersinergi untuk Evaluasi Penindakan
Heboh Soal Koin Jagat, Pemprov Jakarta dan Komdigi Bersinergi untuk Evaluasi Penindakan. Gambar: Okezone.com

Dki Jakarta, MPN Indonesia 15 Januari 2025 - Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI untuk mengevaluasi aplikasi permainan Koin Jagat.

Langkah ini diambil setelah permainan tersebut memicu kerusakan pada sejumlah fasilitas umum di DKI Jakarta.

“Kami juga sudah minta kepada Diskominfotik untuk juga koordinasi dengan Kementerian Komdigi terkait evaluasi atau kajian terhadap aplikasi koin jagat tersebut,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Teguh Setyabudi kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/1).

Permasalahan Permainan Koin Jagat

Koin Jagat adalah sebuah permainan berbasis aplikasi Jagat, yang memungkinkan pemain berburu koin yang ditampilkan dalam peta aplikasi.

Koin tersebut dapat ditukar dengan uang, menjadikannya daya tarik utama, terutama di kalangan generasi muda.

Namun, tren ini juga membawa dampak negatif, seperti kerusakan taman, tiang listrik, dan fasilitas umum lainnya.

Kerusakan parah tercatat di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Direktur Umum PPK GBK, Hadi Sulistia, menyebutkan bahwa beberapa fasilitas yang rusak meliputi tiang lampu, paving yang dibongkar, dan tanaman yang dirusak.

“Kegiatan ini kurang produktif dan mengganggu pengunjung lain,” ujar Hadi pada Minggu (12/1).

Langkah Pemprov DKI Jakarta dalam Mengatasi Masalah

Menanggapi permasalahan ini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah meminta Diskominfotik untuk berkoordinasi dengan Komdigi guna mengevaluasi aplikasi Koin Jagat.

Hal ini diungkapkan Teguh di Gedung DPRD DKI Jakarta pada (14/1).

“Jika lebih banyak dampak negatifnya, mudah-mudahan aplikasi ini bisa dihapus,” tegas Teguh.

Baca Juga:  Walkot Tangsel bakal Tambah 10 Pompa Penyedot Air di Komplek Pondok Maharta

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih bijak dalam memainkan permainan tersebut.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan Satpol PP dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk menjaga fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

“Kami sangat berharap masyarakat dapat menjaga fasos dan fasum karena ini untuk kepentingan publik,” tambah Teguh.

Permainan Koin Jagat Viral

Permainan Koin Jagat menjadi fenomena viral di media sosial. Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi @jagatapp_id, permainan ini telah tersedia di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Pemain berburu koin di lokasi-lokasi umum seperti taman, jembatan, dan area olahraga, yang belakangan menuai kritik karena risiko kerusakan fasilitas publik.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak merusak fasilitas umum selama berburu koin.

Kerusakan fasum tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk rekreasi dan aktivitas lainnya.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum.

Teguh Setyabudi mengajak semua pihak untuk mencari solusi bersama, terutama kepada generasi muda, agar lebih bijaksana dalam memanfaatkan aplikasi digital seperti Koin Jagat.

Selain edukasi, pengawasan akan diperketat untuk meminimalkan kerusakan fasum.

Pemprov DKI Jakarta juga berharap evaluasi bersama Komdigi dapat menghasilkan kebijakan publik yang tepat untuk menyikapi masalah ini.

Jika dampak negatifnya terus meningkat, kemungkinan besar aplikasi Koin Jagat akan dihentikan.

Trending