Connect with us

Berita

Oknum Taruna Akpol Diduga Paksa Pramugari Aborsi Demi Karier

Seorang taruna Akpol diduga memaksa pramugari untuk melakukan aborsi demi menjaga karier, menyebabkan trauma fisik dan psikologis bagi korban.

Actress 1299250

Published

on

Oknum Taruna Akpol Diduga Paksa Pramugari Aborsi Demi Karier
Oknum Taruna Akpol Diduga Paksa Pramugari Aborsi Demi Karier. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Insatgram/@hushwatchid

MPN Indonesia 19 Januari 2025 - Seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) diduga memaksa seorang pramugari muda untuk melakukan aborsi demi menjaga kariernya.

Peristiwa ini melibatkan seorang lulusan Akpol tahun 2023 yang kini bertugas di Reskrim Aceh.

Akibatnya, pramugari tersebut mengungkapkan pengalaman trauma, seperti tekanan mental, fisik, dan seksual selama menjalin hubungan dengan pelaku.

Korban Alami Kekerasan Selama Hubungan

Menurut pengakuan korban, hubungan tersebut diwarnai oleh paksaan dan kekerasan seksual.

Korban menyebut pelaku sering memaksakan hubungan intim meskipun ia telah menolak, bahkan hingga menimbulkan luka fisik.

“Dia tidak akan berhenti sampai saya terluka atau berdarah,” ungkap korban.

Ketika korban hamil, pelaku diduga memaksanya untuk menggugurkan kandungan dengan memberikan obat secara paksa hingga tiga kali sehari.

Korban menolak tindakan tersebut, namun tekanan dari pelaku terus berlanjut hingga akhirnya ia mengalami keguguran.

Pelaku dilaporkan menyatakan bahwa kehamilan tersebut merupakan ‘sumber masalah’ yang dapat menghalangi rencana pernikahan mereka karena aturan Akpol melarang pernikahan dalam kondisi tersebut.

Akibat dari aborsi paksa ini, korban mengalami masalah kesehatan, termasuk infeksi rahim, kista, dan penurunan kemungkinan untuk hamil selanjutnya.

Saat ini, korban masih menjalani terapi fisik dan mental untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Selain berkonsultasi dengan dokter kandungan, korban juga mendapatkan perawatan psikologis guna mengatasi trauma yang dialaminya.

Selain kasus yang dialami oleh korban, pelaku juga diduga memiliki pola perilaku serupa terhadap pasangan-pasangan sebelumnya.

Menurut korban, pelaku sering berselingkuh dan melakukan kekerasan serupa terhadap mantan-mantan pacarnya.

Korban mengaku selama ini memilih diam karena merasa takut akan ancaman dari pelaku. Namun, ia akhirnya memberanikan diri untuk berbicara demi mencari keadilan.

Baca Juga:  Ormas Razia RM Padang karena Tak Setuju dengan Harga Jual yang Lebih Murah dari Pedagang Lain

Trending