Connect with us

Berita

Bunda ‘Dor Dor’ Menangis Akui Kena Penipuan Endorse, Datang ke Jakarta 2 Hari Hanya Dapat Rp15 Juta

Susilawati, penyanyi viral asal Lampung, hanya menerima Rp15,5 juta dari total honor yang dihasilkan selama bekerja di Jakarta. Dugaan penipuan honor kini sedang diselidiki.

Actress 1299250

Published

on

Bunda 'Dor Dor' Menangis Akui Kena Penipuan Endorse, Datang ke Jakarta 2 Hari Hanya Dapat Rp15 Juta
Bunda 'Dor Dor' Menangis Akui Kena Penipuan Endorse, Datang ke Jakarta 2 Hari Hanya Dapat Rp15 Juta. Gambar: Lampung Viva

MPN Indonesia 23 Januari 2025 - Penyanyi viral Susilawati, atau yang akrab dikenal sebagai Bunda Dor Dor, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban penipuan dalam pengelolaan honor dari berbagai pekerjaan yang dijalani, termasuk endorsement dan undangan tampil di acara televisi.

Selama dua hari bekerja di Jakarta, Susilawati mengaku hanya menerima Rp15,5 juta dari total penghasilan yang seharusnya diterimanya.

Penyanyi asal Lampung Utara ini sebelumnya mendapat perhatian publik setelah video dirinya menyanyikan lagu Waktuku Kecil viral di media sosial.

Popularitas ini mendatangkan banyak tawaran pekerjaan, mulai dari endorsement hingga undangan ke berbagai acara di Jakarta.

Namun, menurut Susilawati, seluruh pengelolaan pekerjaan dan pembayaran honor dinilai tidak transparan.

Padahal, Susilawati telah mempercayakannya kepada seorang selebgram dan TikToker berinisial BT.

Pengakuan Bunda Dor Dor Soal Honor di Jakarta

Susilawati menuturkan, selama berada di Jakarta, dirinya menerima banyak pekerjaan, termasuk undangan tampil di stasiun televisi nasional dan restoran.

Meskipun telah bekerja dari pagi hingga malam hari, total uang yang diterimanya hanya Rp15,5 juta, yang dikirim dalam dua kali transfer oleh BT.

“Saya awalnya tidak tahu soal perhitungan honor. Saya hanya berpikir pergi ke Jakarta untuk mencari uang. Ketika diberitahu jumlah uang yang diterima sekitar Rp10 juta, saya sempat senang karena belum pernah mendapatkan uang sebesar itu,” ujar Susilawati dalam konferensi pers di Kantor Hukum RC Law Office, Sukabumi, Bandar Lampung, pada Rabu (22/1).

Susilawati menjelaskan bahwa uang Rp15,5 juta itu ditransfer oleh BT, masing-masing saat dirinya masih di Jakarta dan setelah tiba di Bandara Radin Inten, Lampung Selatan.

Baca Juga:  Beli Tiket BIGBANG Bisa Pakai PayLater dan Cicilan? Ini Metode Pembayarannya

Namun, menurut Susilawati, jumlah tersebut tidak sebanding dengan upaya dan biaya yang telah dikeluarkannya selama kegiatan di Jakarta.

Merasa dirugikan, Susilawati menunjuk tim kuasa hukum dari RC Law Office Advocate and Legal Consultant untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Tim hukum ini telah mengirimkan surat pemanggilan klarifikasi kepada BT, dengan tujuan mendapatkan penjelasan secara utuh terkait pengelolaan honor dari pekerjaan Susilawati.

“Klien kami meminta agar hak-haknya dari kegiatan di Jakarta dan Bandar Lampung, yang dikoordinir oleh BT, bisa didapatkan sepenuhnya,” jelas Robert Evo Wakando, perwakilan RC Law Office.

Robert menambahkan, pemanggilan klarifikasi dilakukan untuk memahami permasalahan secara menyeluruh dari kedua belah pihak.

Apabila ditemukan indikasi tindak pidana, pihaknya siap mengambil langkah hukum lanjutan.

“Jika nantinya ada dugaan pelanggaran hukum, kami akan melakukan tindakan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Robert.

Kebutuhan Transparansi dan Itikad Baik

Susilawati berharap BT menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah ini.

“Bunda hanya ingin hak-hak bunda segera dikembalikan. Saya sudah lelah bekerja keras, tapi hasilnya tidak sesuai dengan pengorbanan,” ucapnya.

Namun, hingga saat ini, BT belum memberikan tanggapan terkait tuduhan tersebut.

“Saya no komen dulu,” jawab BT ketika dihubungi oleh media.

Susilawati mengaku merasa tertipu karena semua pekerjaan diatur oleh BT tanpa ada laporan yang jelas terkait jumlah uang yang dihasilkan.

“Saya merasa kerja keras saya tidak dihargai dengan layak,” ungkapnya.

Kasus ini masih dalam tahap klarifikasi, namun Susilawati berharap hak-haknya segera dipenuhi tanpa harus menempuh langkah hukum yang lebih panjang.

Trending