Connect with us

Kesehatan

Puluhan Warga Tasikmalaya Terkena Chikungunya hingga Susah Berdiri

Sebanyak 27 warga Tasikmalaya terkena chikungunya dengan gejala berat, termasuk nyeri sendi parah. Pemerintah segera ambil langkah pencegahan.

Adinda

Published

on

Puluhan Warga Tasikmalaya Terkena Chikungunya hingga Susah Berdiri
Puluhan Warga Tasikmalaya Terkena Chikungunya hingga Susah Berdiri. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Januari 2025 - Sebanyak 27 warga Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan terkena penyakit chikungunya, yang menyebabkan gejala berat hingga beberapa warga mengalami kesulitan berdiri.

Penyakit menular ini dilaporkan menyebar di dua desa, yakni Desa Kamulyan dan Desa Gunajaya, seperti yang dilaporkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (24/1).

Kronologi Kasus Chikungunya

Kasus pertama mulai terdeteksi pada Senin (20/1), setelah muncul laporan tentang 37 warga yang menunjukkan gejala khas penyakit chikungunya.

Gejala tersebut meliputi demam, ruam, nyeri sendi, dan mual.

Menanggapi laporan ini, tim gabungan dari Kemenkes segera melakukan verifikasi dan investigasi di lapangan.

“Kronologi tanggal 20 Januari 2025, diterima rumor kasus sebanyak 37 orang warga yang mengalami gejala demam, ruam, nyeri sendi dan mual. Dilakukan verifikasi dan investigasi lapangan oleh tim gabungan,” ujar Juru Bicara Kemenkes Widyawati pada Jumat (24/1).

Menurut keterangan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, setelah verifikasi dilakukan, sebanyak 27 kasus dinyatakan sebagai chikungunya.

Dari jumlah tersebut, 9 kasus ditemukan di Desa Kamulyan, sementara 18 kasus lainnya berada di Desa Gunajaya.

Sebanyak 10 laporan lainnya hanya dianggap sebagai rumor atau tidak dikategorikan sebagai kasus chikungunya.

“Dari 27 kasus yang terverifikasi, petugas telah melakukan pemeriksaan dengan RDT Antigen dan menemukan 2 kasus positif chikungunya,” ungkap Widyawati dalam keterangannya.

Kondisi Pasien dan Upaya Penanganan

Sebanyak 21 dari 27 kasus dinyatakan telah sembuh. Namun, masih terdapat 6 kasus yang masih mengalami gejala dan berada dalam pemantauan Puskesmas Manonjaya.

Pasien dengan hasil positif chikungunya saat ini menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas tersebut.

Baca Juga:  Viral! Remaja asal Tasikmalaya Nekat Jalan Kaki 69 Km ke Pangandaran Demi Lihat Laut

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, petugas juga telah mengambil dan memeriksa spesimen dari pasien yang diduga terinfeksi.

Selain itu, program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) digencarkan untuk menekan penyebaran penyakit menular ini.

Kegiatan PSN bertujuan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama penularan chikungunya.

“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko munculnya kasus baru di wilayah terdampak,” ujar Widyawati.

Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Chikungunya adalah salah satu penyakit menular yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Penyakit ini biasanya menyebabkan demam mendadak, nyeri sendi yang parah, serta ruam pada kulit.

Meskipun jarang berakibat fatal, gejalanya dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti yang dialami beberapa warga Tasikmalaya yang dilaporkan kesulitan berdiri akibat nyeri sendi.

Upaya pengendalian penyakit chikungunya sangat bergantung pada pengelolaan lingkungan.

Tindakan Lanjutan

Pemerintah dan tenaga medis setempat terus memantau perkembangan kasus chikungunya di Tasikmalaya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gejala-gejala penyakit menular ini dan segera melaporkannya ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam mendadak atau nyeri sendi.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending