Connect with us

Olahraga

Elon Musk Bikin NASA Bingung, Ke Bulan atau Mars Dulu?

NASA tengah mempertimbangkan apakah akan tetap fokus pada misi ke Bulan melalui program Artemis atau langsung meluncurkan misi eksplorasi manusia ke Mars.

Miris! Perangkat Desa di Majalengka Lecehkan Bocah 4 Tahun hingga Depresi Berat

Published

on

By

Elon Musk Bikin Nasa Bingung, Ke Bulan Atau Mars Dulu
Elon Musk Bikin NASA Bingung, Ke Bulan atau Mars Dulu. Gambar: Dok. NASA

MPN Indonesia 17 Februari 2025 - NASA menghadapi dilema dalam menentukan prioritas eksplorasi luar angkasa, yakni kembali ke Bulan atau langsung menuju Mars.

Berdasarkan rencana yang telah disusun, dalam dua tahun ke depan, manusia dijadwalkan kembali menginjakkan kaki di Bulan melalui program Artemis.

Namun, fokus terhadap Mars semakin menguat, terutama karena pandangan CEO SpaceX, Elon Musk, yang menganggap Bulan bukan tujuan utama.

Dalam beberapa kesempatan, Musk menyatakan bahwa Bulan hanya menjadi gangguan dalam upaya membangun koloni manusia di Mars.

Hal ini ia tegaskan dalam unggahan di platform X, di mana ia menyebut bahwa prioritas utama adalah mengorbitkan massa dalam skala megaton per tahun untuk mendukung keberlanjutan kehidupan di Mars.

“Tidak, kita akan langsung ke Mars. Bulan adalah pengalih perhatian. Massa untuk mengorbit adalah metrik utama, setelah itu massa untuk permukaan Mars. Yang pertama harus dalam kisaran megaton untuk mengorbit per tahun untuk membangun koloni yang mandiri di Mars,” tulis Musk dalam cuitannya.

Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan dan pejabat pemerintahan mengenai arah kebijakan eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat.

Kendala Teknologi

Salah satu kendala utama dalam proyek ini adalah pengembangan Starship, kendaraan buatan SpaceX yang dirancang untuk membawa astronaut dari Bumi ke Bulan dan Mars.

Hingga saat ini, beberapa uji coba Starship mengalami kegagalan, termasuk ledakan saat peluncuran.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan teknologi dalam mendukung perjalanan luar angkasa ke Mars.

Di sisi lain, program Artemis yang dipimpin NASA masih menargetkan Bulan sebagai prioritas utama.

Jika berjalan sesuai rencana, Artemis II akan diluncurkan tahun depan dengan membawa empat astronaut dalam misi mengelilingi Bulan.

Baca Juga:  Operasional X Dihentikan di Brasil, Elon Musk Soroti Keputusan Hakim Agung

Selanjutnya, Artemis III dijadwalkan pada pertengahan 2027 untuk mendaratkan manusia di permukaan Bulan, termasuk astronaut wanita pertama dan astronaut kulit hitam pertama dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Namun, dengan adanya kemungkinan perubahan kebijakan di pemerintahan mendatang, arah program ini masih dapat mengalami penyesuaian.

Perdebatan di Pemerintahan: Fokus ke Bulan atau Mars?

Selain perdebatan di kalangan ilmuwan, pemerintah Amerika Serikat juga memiliki pandangan berbeda mengenai prioritas eksplorasi luar angkasa.

Mantan Presiden Donald Trump dalam pidato pelantikannya pernah menegaskan bahwa Mars merupakan tujuan utama eksplorasi luar angkasa.

“Kita akan mengejar takdir nyata kita ke bintang-bintang, meluncurkan astronaut Amerika untuk menanam Bintang dan Garis di planet Mars,” ujar Trump.

Saat ini, miliarder Jared Isaacman dicalonkan untuk memimpin NASA, tetapi belum mendapat persetujuan resmi.

Sementara itu, Mike Haridopolos, Ketua Subkomite Antariksa DPR, menyatakan dukungannya agar eksplorasi dimulai dari Bulan sebelum ke Mars.

“Saya pikir kita harus pergi ke Bulan terlebih dahulu. Saya tahu ada beberapa diskusi tentang itu. Ada banyak kemungkinan karena saat Anda pergi ke Bulan, Anda bisa mendapatkan beberapa material dari Bulan yang sangat penting… Tapi itu baru permulaan,” kata Haridopolos dalam Commercial Space Conference.

Meski tidak secara spesifik menyebutkan jenis material yang dimaksud, sejarah eksplorasi menunjukkan bahwa batuan dari misi Apollo memiliki kemiripan dengan batuan di Bumi.

Temuan ini mendukung teori bahwa Bulan terbentuk dari tabrakan antara Bumi dan objek seukuran Mars yang dikenal sebagai Theia.

Saat ini, belum ada keputusan pasti mengenai apakah NASA akan tetap berfokus pada misi ke Bulan atau mengalihkan prioritas ke Mars.

Keputusan ini kemungkinan akan bergantung pada kepemimpinan baru di NASA, kesiapan teknologi seperti Starship, serta dukungan politik dari pemerintah dan Kongres AS.

Baca Juga:  Kisah Bocah SD di Boyolali Dilirik NASA usai Temukan Celah Keamanan

Jika misi Artemis tetap berjalan sesuai rencana, maka dalam beberapa tahun ke depan, manusia akan kembali ke Bulan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Mars.

Namun, jika gagasan Elon Musk semakin mendapat dukungan, bukan tidak mungkin eksplorasi langsung ke Mars akan menjadi kenyataan lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Seorang penulis redaksi profesional yang berkomitmen pada keakuratan dan kredibilitas dalam setiap karya tulis. Berorientasi pada fakta dan didukung oleh analisis mendalam, selalu berupaya menghadirkan tulisan yang informatif, relevan, dan berkualitas tinggi untuk pembaca."

Trending