Teknologi
Elon Musk Kehilangan Miliaran Dolar usai Saham SpaceX Anjlok
Elon Musk kehilangan status triliuner setelah saham SpaceX anjlok pasca-IPO dan tekanan jual melanda sektor teknologi.
MPN Indonesia 25 Juni 2026 - Elon Musk kehilangan ratusan miliar dolar dari kekayaan bersihnya setelah saham SpaceX anjlok dalam waktu kurang dari dua minggu sejak penawaran umum perdana di Nasdaq Global Select Market dan Nasdaq Texas pada Jumat (12/6).
Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual yang melanda perusahaan teknologi secara luas, yang turut memengaruhi valuasi perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.
Berdasarkan data dari Forbes, kekayaan Elon Musk turun lebih dari $350 miliar, sementara nilai saham SpaceX mengalami penurunan signifikan sejak puncaknya.
Penurunan Saham SpaceX
Saham SpaceX sempat naik dari harga pembukaan pasar yaitu $150 menjadi $161 pada akhir hari pertama perdagangan.
Hal ini mendorong kapitalisasi pasar perusahaan melampaui $2,1 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat.
Kenaikan tersebut juga mengangkat posisi Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia.
Namun, dalam waktu kurang dari dua minggu, tren berbalik dengan penurunan harga saham lebih dari 16% saat perdagangan dibuka pada hari Selasa (23/6), berada di level $151,90.
Penurunan ini terjadi seiring aksi jual di sektor perusahaan teknologi yang dipicu kekhawatiran terhadap pengeluaran besar pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang didanai utang.
“Langkah SpaceX yang ikut serta dalam tren penerbitan obligasi untuk mendanai pengeluaran AI dan infrastruktur menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi besar mungkin terlalu banyak menghabiskan dana untuk infrastruktur AI dan semakin membiayainya melalui utang,” ujar Ipek Ozkardeskaya, analis pasar senior di Swissquote Bank, dikutip MPN Indonesia melalui Sky News pada Kamis (25/6).
Pergerakan Harga Saham SpaceX
Dalam penawaran umum perdana (IPO), saham SpaceX dijual kepada investor dengan harga $135 per lembar.
Saham tersebut kemudian naik hingga $176 pada 12 Juni dan mencapai puncak $225 pada 16 Juni.
Setelah itu, harga saham mengalami penurunan bertahap hingga berada di kisaran $156 dan kembali turun menjadi $151 pada perdagangan berikutnya.
Penurunan ini disebut sebagai koreksi setelah lonjakan awal.
“SpaceX telah mendarat dengan keras, kehilangan sebagian besar momentum pasca-peluncurannya,” ujar Susannah Streeter, kepala strategi investasi di Wealth Club.
Ia menambahkan bahwa aksi jual kemungkinan dipicu oleh rencana perusahaan untuk menjual obligasi hingga sekitar $20 miliar, yang memunculkan pertanyaan terkait arus kas perusahaan yang padat modal.
Dampak Penurunan Saham terhadap Kekayaan Elon Musk
Elon Musk diketahui memegang sekitar 38% saham di SpaceX dengan kepemilikan 4,8 miliar saham serta 350 juta opsi saham.
Penurunan harga saham secara langsung berdampak pada nilai kekayaan bersihnya.
Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, lebih dari $600 miliar nilai pasar perusahaan menyusut, mencerminkan tekanan pada perusahaan teknologi di tengah kondisi pasar yang berubah.
Berdasarkan daftar miliarder real-time Forbes, kekayaan Elon Musk turun menjadi $951,8 miliar per Kamis (25/6) dari sebelumnya $1,1 triliun dan sempat mencapai rekor $1,46 triliun.
Selain saham SpaceX yang anjlok hingga 31 persen pada Selasa (23/6), pembatasan baru pada saham Tesla milik Musk senilai $116 miliar juga memengaruhi kekayaan Elon Musk.
Hal ini menyebabkan Elon Musk kehilangan status sebagai triliuner.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak fluktuasi pasar terhadap valuasi aset pelaku utama di sektor perusahaan teknologi.
Faktor Pemicu Aksi Jual Saham di Sektor Teknologi
Aksi jual saham tidak hanya berdampak pada SpaceX, tetapi juga meluas ke sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Nvidia, Tesla, dan Oracle.
Kondisi ini menunjukkan tekanan sektor secara menyeluruh, terutama terkait kekhawatiran terhadap pembiayaan proyek AI yang membutuhkan investasi besar.
“Perdagangan AI menjadi salah satu perdagangan yang paling ramai di pasar global. Ketika semua pihak memiliki saham yang sama, pintu keluar menjadi sempit dalam waktu singkat,” jelas Nigel Green, kepala eksekutif deVere Group.
SpaceX sebelumnya mengumumkan rencana untuk mengumpulkan dana melalui penerbitan obligasi, yang sebagian akan digunakan untuk pengembangan teknologi AI.
Langkah ini menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan pendanaan dan stabilitas keuangan perusahaan.
Kepemilikan dan Aset Lain Elon Musk
Selain kepemilikannya di SpaceX, Elon Musk juga memiliki sekitar 12% saham di Tesla.
Kombinasi kepemilikan ini membuat kekayaan Elon Musk sangat bergantung pada kinerja pasar saham perusahaan teknologi.
Fluktuasi harga saham, terutama pada perusahaan utama seperti SpaceX, berdampak langsung terhadap total kekayaannya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
