Connect with us

Teknologi

Deepseek Diblokir di Beberapa Negara Karena Isu Keamanan, Gimana dengan Indonesia?

Deepseek, chatbot asal China, diblokir di AS, Italia, dan Korea Selatan. Indonesia belum berencana memblokir aplikasi ini.

Miris! Perangkat Desa di Majalengka Lecehkan Bocah 4 Tahun hingga Depresi Berat

Published

on

By

Deepseek Diblokir Di Beberapa Negara Karena Isu Keamanan, Gimana Dengan Indonesia
Deepseek Diblokir di Beberapa Negara Karena Isu Keamanan, Gimana dengan Indonesia. Gambar: Dok. Al Jazeera

MPN Indonesia 20 Februari 2025 - Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, India, dan Korea Selatan, telah memblokir Deepseek, chatbot berbasis kecerdasan buatan asal China, karena kekhawatiran terhadap keamanan dan ketertiban serta kedaulatan nasional.

Aplikasi ini diketahui mengumpulkan serta menyimpan data pengguna di server yang berlokasi di China, yang menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan ketertiban digital.

Namun, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan belum berencana melakukan pemblokiran terhadap Deepseek.

Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, menyebutkan bahwa Indonesia masih melihat dan mempelajari perkembangan teknologi kecerdasan buatan secara lebih luas sebelum mengambil keputusan terkait.

Deepseek dan Kekhawatiran Keamanan

Deepseek telah menjadi salah satu aplikasi chatbot paling populer dalam beberapa bulan terakhir, bahkan mencapai peringkat teratas di App Store dan Play Store.

Popularitasnya yang meningkat pesat juga menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara mengenai potensi pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data pengguna.

Beberapa negara yang telah melarang aplikasi ini menilai bahwa kebijakan pengelolaan data Deepseek dapat mengancam keamanan nasional.

Selain Deepseek, aplikasi asal China lainnya, seperti TikTok, WeChat, dan UC Browser, juga mengalami pemblokiran dengan alasan serupa.

Salah satu fitur utama yang ditawarkan oleh Deepseek adalah kemampuannya untuk menganalisis berbagai jenis berkas, menjawab pertanyaan pengguna, serta mengakses informasi dari internet.

Aplikasi ini juga mendukung sinkronisasi riwayat percakapan antarperangkat, memungkinkan pengguna melanjutkan interaksi mereka dengan lebih fleksibel.

Sikap Indonesia terhadap Deepseek

Berbeda dengan negara-negara yang telah melakukan pemblokiran, Indonesia masih mempertimbangkan posisi yang akan diambil terkait Deepseek.

Baca Juga:  Cegah Kecelakaan dan Macet, Dishub-TNI-Polri Gelar Razia di Perlintasan Matraman

Nezar Patria menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil langkah pelarangan.

Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, termasuk Deepseek, dapat menjadi alternatif yang perlu dipelajari lebih lanjut.

“Kita sebagai negara yang sedang mengembangkan teknologi artificial intelligence ini tentu saja membuka, melihat, dan mempelajari berbagai macam perkembangan yang terjadi,” ujar Nezar dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin (17/2) yang dilansir dari Tempo.

Meskipun demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan dan potensi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan Deepseek di Indonesia.

Respons Pemerintah China

Di tengah pemblokiran yang dilakukan oleh beberapa negara, pemerintah China memberikan tanggapan terkait kebijakan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa negaranya menentang penggunaan alasan keamanan nasional untuk membatasi Deepseek.

“Kami akan tegas melindungi hak dan kepentingan hukum perusahaan China,” tegas Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (6/2).

Ia juga menilai bahwa pelarangan terhadap aplikasi asal China ini dapat dianggap sebagai bentuk politisasi dalam sektor perdagangan dan teknologi global.

Masa Depan Deepseek di Indonesia

Dengan sikap pemerintah Indonesia yang masih mengkaji lebih dalam mengenai Deepseek, aplikasi ini masih dapat diakses oleh pengguna di Tanah Air.

Namun, dengan meningkatnya perhatian global terhadap keamanan dan ketertiban digital, keputusan lebih lanjut terkait keberadaan Deepseek di Indonesia masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

(AKM/NID/RAD)

"Seorang penulis redaksi profesional yang berkomitmen pada keakuratan dan kredibilitas dalam setiap karya tulis. Berorientasi pada fakta dan didukung oleh analisis mendalam, selalu berupaya menghadirkan tulisan yang informatif, relevan, dan berkualitas tinggi untuk pembaca."

Trending