Connect with us

Internasional

Trump Minta Ukraina Kembalikan Uang Bantuan AS yang Dulu Digunakan untuk Bantu Lawan Rusia

Donald Trump minta Ukraina kembalikan dana bantuan miliaran dolar yang sebelumnya diberikan AS guna mendukung perang melawan Rusia.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 X 849 Px) Mpn 2025 02 25t094408.716
Trump Minta Ukraina Kembalikan Uang Bantuan AS | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 25 Februari 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta Ukraina untuk mengembalikan dana bantuan miliaran dolar yang sebelumnya diberikan AS guna mendukung perang melawan Rusia.

Trump menginginkan kompensasi dari Ukraina dalam bentuk minyak atau apapun sebagai ganti atas bantuan yang dikirim oleh presiden AS sebelumnya, Joe Biden.

Pernyataan Trump itu disampaikan dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di dekat Washington pada Sabtu (22/2).

Sebut AS Harus Dapat Imbalan

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mendapatkan sesuatu sebagai imbalan atas dana yang telah dikeluarkan untuk Ukraina.

“Saya mencoba mendapatkan kembali uang itu, atau mengamankannya. Saya ingin mereka memberi kami sesuatu untuk semua uang yang kami keluarkan. Kami meminta tanah jarang dan minyak, apa pun yang bisa kami dapatkan,” ujar Trump, dikutip dari AFP.

“Kami akan mendapatkan kembali uang kami karena ini tidak adil. Lihat saja nanti, tetapi saya rasa kami sudah cukup dekat dengan kesepakatan, dan sebaiknya kami segera mendekatinya karena ini adalah situasi yang mengerikan,” tambahnya.

Ukraina Belum Siap Penuhi Tuntutan AS

Di tengah negosiasi dengan AS, Ukraina tampaknya belum siap untuk memenuhi tuntutan Trump.

Sumber dari pihak Ukraina menyatakan bahwa Presiden Volodymyr Zelensky masih mempertimbangkan kesepakatan yang diajukan oleh Washington.

“Dalam bentuk draf yang ada sekarang, Presiden (Zelensky) belum siap menerima, kami masih berupaya melakukan perubahan dan menambah konstruktif,” ungkap seorang sumber kepada AFP .

Ukraina Ingin Perjanjian yang Saling Menguntungkan

Kyiv juga menginginkan agar setiap perjanjian dengan AS mencakup jaminan keamanan, terutama karena Ukraina masih berada dalam konflik dengan Rusia.

Baca Juga:  Kisah Heroik Satpam Masjid di AS Selamatkan Nyawa Jemaah saat Ada Penembakan Massal

Tekanan dari pihak AS semakin meningkat, namun Ukraina menegaskan perlunya kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump mulai mengubah kebijakan luar negeri AS secara drastis, termasuk pendekatannya terhadap Rusia dan Ukraina.

Pendekatan ini berbeda dari kebijakan pemerintahan sebelumnya yang memberikan dukungan penuh kepada Ukraina dalam menghadapi Rusia.

Trump Sebut Zelenskys sebagai Diktator

Pada pekan lalu, Trump bahkan menyebut Zelensky sebagai seorang diktator dan mendesaknya untuk segera mengakhiri perang dengan Rusia.

Pernyataan tersebut menambah ketegangan antara kedua negara di tengah perundingan yang sedang berlangsung.

Selain itu, Trump disebut meminta mineral tanah jarang senilai USD500 miliar sebagai bentuk pengembalian dana bantuan kepada Kyiv.

Permintaan ini ditolak oleh Ukraina karena jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan total bantuan yang telah diberikan oleh AS.

(ADN/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending