Connect with us

Berita

Apa Itu Kurikulum Cinta yang Digagas Kementerian Agama?

Kemenag menggagas Kurikulum Cinta, sebuah inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 X 849 Px) Mpn 2025 02 28t154658.285
Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno | Gambar: Kemenag

MPN Indonesia 28 Februari 2025 - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggagas Kurikulum Cinta, sebuah inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menjelaskan bahwa pendidikan karakter di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih integratif dan sistematis.

Oleh sebab itu, Kurikulum Cinta diharapkan dapat menjadi solusi atas fenomena intoleransi di kalangan pelajar, yang terkadang muncul sejak dini akibat kurangnya pemahaman terhadap perbedaan keyakinan.

Fokus pada Empat Aspek Utama

Dikutip MPN Indonesia dari website resmi Kemenag, Kurikulum Cinta akan mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman dalam berbagai mata pelajaran, khususnya dalam pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama.

Kurikulum ini berfokus pada empat aspek utama, yaitu cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah), cinta kepada sesama manusia (Hablum Minannas), cinta kepada lingkungan (Hablum Bi’ah), dan cinta kepada bangsa (Hubbul Wathan).

Kurikulum Cinta tidak diperkenalkan sebagai mata pelajaran baru, tetapi diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Kementerian Agama sendiri telah menyiapkan buku panduan sebagai acuan bagi para pendidik dalam menyisipkan nilai-nilai cinta, toleransi, dan spiritualitas ke dalam pembelajaran.

Keberagaman Masih jadi Tantangan di Pendidikan

Menurut Amien, riset dan survei menunjukkan bahwa tantangan keberagaman di Indonesia masih perlu diatasi melalui pendidikan yang lebih terstruktur.

Implementasi Kurikulum Cinta diharapkan membawa perubahan nyata, tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam sikap dan perilaku peserta didik.

“Kita tidak ingin agama hanya menjadi sesuatu yang normatif, tetapi harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari RA hingga perguruan tinggi, kita ingin membentuk individu yang ramah, humanis, nasionalis, dan peduli lingkungan,” ujar Amien dikutip MPN Indonesia dari kemenag.go.id, Jumat (28/2).

Baca Juga:  Pemkot Depok Kaji Sekolah Lima Hari, Siswa Berpeluang Libur di Hari Sabtu

(AKM/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending