Connect with us

Ekonomi

Polri Perketat Pengawasan Kualitas Bahan Pokok Jelang Lebaran 2025

Polri perketat pengawasan distribusi dan kualitas bahan pokok jelang Idulfitri 2025. Langkah ini guna memastikan pasokan aman, takaran tepat, dan mutu pangan.

Logompn

Published

on

Polri perketat pengawasan kualitas bahan pokok jelang lebaran 2025
Polri Perketat Pengawasan Kualitas Bahan Pokok Jelang Lebaran 2025. Gambar : MPN Indonesia/Nida

MPN Indonesia 21 Maret 2025 - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan kualitas bahan pokok.

Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan pangan yang aman dan merata di tengah meningkatnya permintaan menjelang lebaran.

Langkah Antisipatif Polri

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Samsu Arifin, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan.

Selain mengawasi distribusi bahan pokok, Polri juga berupaya menindak penyimpangan yang dapat mengganggu kelancaran pasokan.

“Selain fokus di arus mudik, juga memperlancar arus distribusi kebutuhan pokok, sehingga ketika masyarakat berkegiatan nanti tidak mengalami kendala tentang ketersediaan,” ujar Samsu Arifin kepada MPN Indonesia, pada Kamis (20/3).

Koordinasi dengan Polda di seluruh Indonesia juga diperkuat guna memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil dan tidak mengalami gangguan distribusi.

Pemantauan Mutu dan Keamanan Pangan

Selain memastikan kelancaran distribusi, Polri juga melakukan pemantauan terhadap mutu bahan pokok yang beredar di pasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap temuan daging berkualitas buruk di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Dalam upaya menjamin keamanan pangan, Polri menerapkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji laboratorium terhadap produk yang beredar.

“Kita menerapkan UU Perlindungan Konsumen. Ketika seperti kemarin MinyaKita takarannya tidak sesuai, makanya kalau masalah mutu kita harus melaksanakan uji lab. Ini yang akan lebih panjang prosesnya. Kalau takaran itu lebih mudah kita untuk mendeteksi dengan ukuran standar,” jelas Samsu.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan 395 Posko Mudik di Seluruh Indonesia

Fokus pada Pengawasan Takaran Produk

Selain aspek kualitas, Polri juga memprioritaskan pengawasan terhadap takaran produk.

Menurut Samsu, pengawasan terhadap takaran lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan uji mutu yang memerlukan proses lebih panjang.

“Kalau takaran, itu lebih mudah kita untuk mendeteksi dengan ukuran standar, kita bisa uji di lapangan, bisa langsung penyidikan, bisa langsung kita ungkap,” tambahnya.

Dengan pengawasan ini, Polri berharap tidak ada kecurangan dalam distribusi bahan pokok yang dapat merugikan masyarakat, terutama menjelang lebaran ketika permintaan meningkat tajam.

Kolaborasi dengan BPOM dan Kementerian Terkait

Polri bekerja sama dengan BPOM, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian untuk memastikan bahan pokok yang beredar telah memenuhi standar yang ditetapkan.

“BPOM nanti akan melakukan [pengawasan] dan selama ini kolaborasi ketika kita melaksanakan pengecekan ke pasar, kita akan selalu berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan BPOM untuk melihat bahan baku atau bahan pokok yang sudah dijual di pasaran,” pungkas Samsu.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending