Connect with us

Internasional

NATO Eropa Ketar-Ketir, Takut Donald Trump Hentikan Dukungan Senjata

Pejabat dari negara anggota Uni Eropa (UE) khawatir Donald Trump hentikan dukungan militer untuk NATO.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 24t154205.243
NATO Eropa Ketar-Ketir, Takut Trump Hentikan Dukungan Militer | Gambar: The Washington Post

MPN Indonesia 2 April 2025 - Pejabat dari negara-negara anggota Uni Eropa (UE) menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan dukungan militer bagi sekutu NATO.

Kekhawatiran ini diungkap oleh Washington Post dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui permasalahan tersebut.

Hubungan AS-UE Tak Baik-Baik Saja

Amerika Serikat saat ini menyumbang hampir dua pertiga dari total impor senjata di Eropa, termasuk sistem persenjataan yang dioperasikan dan dirawat oleh personel Amerika.

Kekhawatiran penghentian dukungan AS terhadap Nato mencuat seiring meningkatnya ketegangan hubungan antara AS dan UE.

Alat pertahanan seperti rudal, pesawat pengintai, drone, dan jet tempur Amerika bisa tidak dioperasikan jika Washington memutuskan untuk menghentikan akses terhadap suku cadang, perangkat lunak, atau data yang mendukung operasional sistem tersebut.

Persiapan Negara UE

Seorang pejabat Uni Eropa mengungkapkan bahwa meskipun Donald Trump tidak bisa secara langsung menonaktifkan sistem persenjataan, terdapat kerentanan pada aspek ketergantungan, terutama dalam bidang intelijen dan komunikasi.

“Presiden Trump tidak bisa begitu saja menekan tombol dan semua pesawat akan jatuh dari langit,” kata seorang pejabat Uni Eropa dikutip MPN Indonesia dari Washington Post.

Sejumlah negara anggota kini sedang melakukan evaluasi ulang terhadap konfigurasi persenjataan mereka untuk mengukur potensi dampak jika dukungan dari Amerika Serikat benar-benar dihentikan.

Imbauan dari Berbagai Pemimpin

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mendorong negara-negara Eropa untuk menghentikan pembelian senjata dari Amerika Serikat.

Ia menilai upaya mempersenjatai kembali Eropa menjadi tidak efektif jika negara-negara anggota masih terus bergantung pada pemasok dari luar kawasan.

Baca Juga:  Purbaya Bertemu Menkeu China, Bahas Panda Bond?

Ketua Komite Pertahanan Denmark, Rasmus Jarlov, menyatakan penyesalannya atas keputusan Kopenhagen membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika.

Ia menyebut pesawat tersebut sebagai “risiko keamanan yang tidak dapat kita tangani”, sambil memperingatkan bahwa sistem senjata dapat dinonaktifkan jika Denmark menolak tuntutan AS, seperti isu penyerahan Greenland kepada Washington.

Dalam konteks yang sama, Portugal telah membatalkan rencana pembelian F-35 dengan menyebutkan pertimbangan terhadap “konteks geopolitik” yang sedang berlangsung.

(ADN/NID/RAD)

Trending