Connect with us

Politik

Purbaya Bertemu Menkeu China, Bahas Panda Bond?

Kunjungan Purbaya ke Beijing membahas strategi pembiayaan pembangunan nasional, diplomasi ekonomi, serta penerbitan sovereign Panda Bond.

Logompn

Published

on

Purbaya Bertemu Menkeu China, Bahas Ekonomi hingga Pembiayaan Fiskal
Purbaya Bertemu Menkeu China, Bahas Ekonomi hingga Pembiayaan Fiskal. Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 18 Juni 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Lan Fo’an di Beijing, China, pada Rabu (17/6).

Pertemuan tersebut membahas kondisi ekonomi, pembiayaan fiskal, serta penguatan diplomasi dan hubungan internasional antara kedua negara.

Kunjungan kerja Purbaya ke Beijing merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan melalui pendekatan pembiayaan yang terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang.

“Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” ujar Purbaya, dikutip MPN Indonesia melalui laman Kemenkeu RI pada Kamis (18/6).

Selain itu, pemerintah disebut terus memperkuat fondasi pembiayaan pembangunan agar tetap berjalan di tengah tantangan global.

Strategi Pembiayaan dan Penguatan Ekonomi

Pertemuan antara Indonesia dan China ini menjadi bagian dari upaya memperluas basis investor dan memperkuat akses pembiayaan pembangunan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi dan hubungan internasional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi dalam forum global seperti G20 Finance Track, APEC Finance Ministers’ Process, dan ASEAN+3.

Purbaya menyampaikan bahwa strategi pembiayaan yang dijalankan pemerintah telah dirancang sebelumnya dan dilakukan secara konsisten.

Fundamental ekonomi Indonesia disebut tetap terjaga, tercermin dari rasio utang pemerintah yang terkendali, defisit anggaran dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Kondisi ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas kerja sama bilateral dengan berbagai negara, termasuk China, dalam upaya memperkuat pembiayaan pembangunan.

Baca Juga:  China Kerahkan Robot Humanoid untuk Awasi Wilayah Perbatasan

Bahas Panda Bond

Dalam pertemuan di Beijing, Lan Fo’an dan pihak Indonesia juga membahas kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Pemerintah menyebut minat investor terhadap instrumen keuangan Indonesia masih terjaga, didukung oleh stabilitas makroekonomi.

Persiapan penerbitan sovereign Panda Bond merupakan salah satu agenda dalam kunjungan ini.

Instrumen ini digunakan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan, memperluas basis investor, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan China.

Selain itu, Panda Bond juga berkaitan dengan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (Local Currency Transaction/LCT).

Pertemuan dengan Lembaga Keuangan dan Investor

Selama kunjungan kerja di Beijing, Purbaya dijadwalkan mengadakan pertemuan lanjutan dengan sejumlah lembaga dan investor, antara lain People’s Bank of China, Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Selain itu, terdapat rencana pertemuan dengan sekitar 15 investor, termasuk lima investor institusi besar di China, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan pendanaan global dan memperkuat diplomasi dan hubungan internasional di sektor keuangan.

Melalui rangkaian agenda tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan akses pembiayaan serta penguatan posisi Indonesia dalam pengelolaan pembiayaan pembangunan jangka panjang.

(AKM/NID/RAD)

Trending