Connect with us

Teknologi

Habiskan 286 Hari di ISS, 2 Astronaut Kembali ke Bumi dengan Rambut Beruban

Dua astronaut NASA kembali ke Bumi setelah menghabiskan 286 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Fisik mengalami perubahan, termasuk rambut memutih.

Adinda

Published

on

Habiskan 286 hari di iss, 2 astronaut kembali ke bumi dengan rambut beruban
Habiskan 286 Hari di ISS, 2 Astronaut Kembali ke Bumi dengan Rambut Beruban. Gambar : Dok. NASA

MPN Indonesia 27 Maret 2025 - Dua astronaut NASA, Sunita Williams dan Butch Wilmore, kembali ke Bumi dengan perubahan fisik mencolok setelah menghabiskan 286 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Salah satu perubahan yang menarik perhatian adalah rambut mereka yang memutih.

Meskipun belum ada penelitian ilmiah yang secara langsung menghubungkan penerbangan luar angkasa dengan perubahan warna rambut, NASA telah meneliti dampak perjalanan antariksa terhadap tubuh manusia.

NASA menjelaskan bahwa berada di luar angkasa dapat mempercepat berbagai perubahan fisiologis.

“Bayangkan jika semua perubahan fisiologis Anda dipercepat sehingga Anda menjalani siklus kehidupan dalam hitungan minggu, bukan dekade,” tulis NASA, dalam pengumuman program penelitian yang bertujuan memahami dampak perjalanan luar angkasa terhadap manusia, dikutip MPN Indonesia dari New York Post, pada Kamis (27/3).

Dampak Perjalanan Luar Angkasa pada Rambut

Studi ilmiah menunjukkan bahwa penerbangan antariksa dapat memengaruhi ekspresi gen folikel rambut.

Sebuah penelitian tahun 2016 menemukan bahwa beberapa astronaut mengalami peningkatan signifikan pada gen yang mengatur pertumbuhan rambut.

Hal ini dapat menghambat proliferasi sel dalam folikel rambut, yang berpotensi berkontribusi pada rambut rontok atau perubahan warna.

Selain itu, penelitian tahun 2015 terhadap tikus yang berada di ISS selama tiga bulan menunjukkan bahwa siklus folikel rambut mereka terganggu dan kulit menjadi lebih tipis.

Beberapa studi juga mengindikasikan bahwa perjalanan luar angkasa dapat meningkatkan stres oksidatif, yang diketahui sebagai salah satu faktor utama dalam proses penuaan, termasuk munculnya rambut beruban.

Namun, hingga saat ini, belum ada studi yang secara langsung menghubungkan stres oksidatif akibat penerbangan luar angkasa dengan perubahan warna rambut pada manusia.

Baca Juga:  NASA dan IBM Ciptakan AI Surya yang Bisa Prediksi Badai Matahari

Pemulihan Setelah Kembali ke Bumi

Williams dan Wilmore terjebak di ISS setelah pesawat ruang angkasa Boeing Starliner mengalami kegagalan fungsi.

Awalnya, misi mereka hanya direncanakan berlangsung selama satu minggu, tetapi mereka harus bertahan hampir 10 bulan sebelum akhirnya kembali ke Bumi.

Setelah mendarat, keduanya langsung menjalani pemeriksaan medis. Mereka dibantu turun dari kapsul dan dinaikkan ke tandu sebelum memulai program pemulihan selama 45 hari.

Program ini mencakup terapi fisik intensif untuk membantu tubuh mereka beradaptasi kembali dengan gravitasi Bumi.

Menurut para ahli, astronaut yang kembali dari misi luar angkasa jangka panjang dapat mengalami berbagai gejala, termasuk pusing, gangguan keseimbangan, melemahnya otot jantung, penurunan kepadatan tulang, dan perubahan distribusi cairan dalam tubuh.

Seorang perwakilan NASA menyatakan bahwa kondisi Williams dan Wilmore masih dalam batas normal berdasarkan pengalaman astronaut sebelumnya yang menghabiskan waktu lama di luar angkasa.

“Awak pesawat sebelumnya telah menghabiskan waktu yang lebih lama di luar angkasa, dan kinerja Suni Williams dan Butch Wilmore setelah kembali diharapkan akan konsisten dengan norma yang ditetapkan,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending