Connect with us

Politik

RUU TNI Digugat ke MK, Puan Maharani Imbau Seluruh Masyarakat Baca Draft UU TNI yang Telah Disahkan

Puan Maharani mengimbau masyarakat membaca UU TNI secara menyeluruh untuk menekankan pentingnya pemahaman yang utuh dan menjaga ketenangan.

Logompn

Published

on

Ruu tni digugat ke mk, puan maharani imbau seluruh masyarakat baca draft uu tni yang telah disahkan
Puan Maharani mengajak masyarakat untuk membaca UU TNI yang baru disahkan. Gambar : Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 27 Maret 2025 - Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk membaca secara menyeluruh isi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang baru saja disahkan. 

Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube DPR RI yang diunggah pada (26/3), menyusul polemik terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang TNI (RUU TNI) yang kini digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Imbauan ini muncul setelah beredarnya kritik terhadap isi UU TNI yang disinyalir tidak sesuai dengan ekspektasi sejumlah pihak. 

Puan Maharani meminta masyarakat untuk menahan diri dalam merespons kebijakan pemerintah tersebut, terlebih di momen bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Masyarakat Diminta Telaah Draf UU TNI Secara Menyeluruh

Puan Maharani menekankan bahwa UU TNI telah resmi disahkan dan telah melalui proses penomoran. Oleh karena itu, ia meminta publik untuk mempelajari terlebih dahulu isi regulasi tersebut sebelum menyampaikan kritik atau melakukan protes.

“Pertama ini baru selesai disahkan. Kemudian, penomorannya pun baru selesai dinomerin. Jadi, tolong baca dahulu secara baik-baik isinya,” ujar Puan Maharani, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube DPR RI pada Kamis (27/3). 

Puan menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah isi UU TNI mengandung ketidaksesuaian, mencurigakan, atau tidak sesuai dengan harapan.

Menurutnya, jika setelah membaca secara saksama terdapat ketidaksesuaian antara naskah final UU TNI dan ekspektasi publik, maka tindakan lanjutan dapat dipertimbangkan. 

Namun demikian, sebelum mengambil langkah apa pun, ia meminta semua pihak untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memahami isi regulasi tersebut.

Baca Juga:  Cukup Bawa KTP, Presiden Prabowo Gratiskan Cek Kesehatan untuk Warga yang sedang Ulang Tahun

Seruan Menahan Diri Menjelang Hari Raya

Puan Maharani mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai dan tidak terburu-buru mengambil tindakan tanpa pemahaman yang utuh. Ia menekankan pentingnya menahan diri dan menciptakan ketenangan di tengah masyarakat.

“Kalau kemudian belum baca, tolong baca dahulu. Jadi ini bulan puasa, bulan penuh berkah, apalagi sudah menjelang Hari Raya Idulfitri. Marilah kita sama-sama menahan diri, marilah kita sama-sama bisa menjalani bulan puasa yang tinggal beberapa hari ini dengan lebih berkah, dengan lebih damai, sampai selesai,” ujarnya.

Puan juga menyampaikan bahwa draf UU TNI yang telah disahkan sudah dapat diakses oleh publik dan tersedia di situs resmi lembaga negara terkait. 

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melakukan penilaian berdasarkan dokumen resmi, bukan sekadar informasi yang beredar.

Penegasan Terkait Kebijakan Pemerintah dan Transparansi

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya Puan Maharani sebagai pimpinan lembaga negara untuk mendorong keterbukaan informasi dan pelibatan publik dalam memahami setiap kebijakan pemerintah. Ia menegaskan pentingnya menggunakan saluran resmi untuk memperoleh informasi, terutama dalam hal regulasi yang berdampak langsung pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan adanya dorongan untuk membaca langsung naskah UU TNI, diharapkan masyarakat dapat memberikan masukan dan kritik berdasarkan pemahaman yang faktual, sehingga proses hukum maupun politik yang berjalan dapat berlangsung secara objektif dan konstruktif.

Puan Maharani menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif selama bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan kedamaian, sembari terus mengikuti perkembangan seputar kebijakan pemerintah secara aktif dan kritis.

(AKM/NID/RAD)

Trending