Connect with us

Lifestyle

Hati-Hati! Ini Faktor yang Menyebabkan Mudahnya Penularan TBC

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penularan TBC makin tinggi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 15t152605.063
Faktor penyebab penularan TBC | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 15 April 2025 - Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Meskipun TBC paling sering menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menginfeksi organ lain seperti otak, kulit, mata, kelenjar getah bening, hingga saluran reproduksi.

Gejala penyakit ini sangat bervariasi, tergantung pada organ tubuh yang terinfeksi, dan tidak semua pasien menunjukkan gejala yang sama.

Dikutip MPN Indonesia dari YouTube Kementerian Kesehatan dalam sesi perbincangan dengan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Mira Yudanti, berikut faktor yang menyebabkan penularan TBC.

Berada di Ruangan yang Sama dengan Penderita

Individu yang tinggal serumah dengan penderita TBC, terutama TBC paru dengan hasil bakteriologis positif, tergolong kelompok dengan risiko tinggi.

Hal ini dikarenakan adanya paparan berulang terhadap sumber infeksi dalam jangka waktu lama.

Proses penularan tidak terjadi secara instan, tetapi melalui akumulasi kontak dalam lingkungan tertutup.

Kemungkinan penularan ini makin tinggi jika kontak dengan penderita terjadi di ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk.

“Untuk jarak tidak ada ukuran pastinya. Tapi yang jelas kalau ada di dalam satu ruangan terutama dengan ventilasi yang buruk maka itu ada potensi untuk menular,” kata Mira, dikutip MPN Indonesia dari Youtube Kementerian Kesehatan, Selasa (15/4).

Individu dengan Sistem Imun Lemah

Salah satu faktor risiko utama terkena TBC adalah kondisi kekebalan tubuh yang lemah.

Individu yang hidup dengan HIV memiliki kerentanan tinggi karena sistem imun mereka tidak mampu menahan infeksi.

Pasien dengan penyakit autoimun, kanker, atau mereka yang menjalani transplantasi organ juga masuk dalam kelompok berisiko, terutama jika mereka mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti steroid dan imunosupresan.

Baca Juga:  Alami Insomnia? Ini Solusi Alami yang Bisa Dicoba!

Selain itu, pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi termasuk dalam kategori dengan risiko tinggi.

Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi umumnya menurunkan daya tahan tubuh, membuka peluang bagi bakteri TBC untuk menginfeksi dan berkembang menjadi penyakit aktif.

Penderita Penyakit Kronis

Penderita diabetes melitus juga tercatat memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC. Diabetes dapat menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi, termasuk infeksi tuberkulosis.

Penyakit kronis lainnya yang berdampak pada fungsi sistem imun juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko ini.

Stigma Sosial

Tantangan lain yang memperbesar risiko penyebaran TBC adalah rendahnya kesadaran masyarakat serta adanya stigma sosial terhadap pasien TBC.

Banyak penderita yang memilih untuk menyembunyikan status penyakitnya karena takut dikucilkan.

Akibatnya, mereka tetap berinteraksi tanpa tindakan pencegahan, seperti mengenakan masker, yang seharusnya bisa mengurangi risiko penularan.

Minimnya keterbukaan dan edukasi membuat orang-orang di sekitarnya tidak menyadari bahaya penularan melalui udara dan tidak melakukan langkah-langkah preventif.

Situasi ini meningkatkan peluang penularan, terutama di komunitas dengan kesadaran kesehatan fisik yang masih rendah.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending