Connect with us

Teknologi

Tantangan Utama Pengembangan Teknologi di Indonesia dalam Sektor Pendidikan

Kurangnya infrastruktur digital, perangkat pendukung, dan adaptasi guru jadi tantangan besar pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia.

Logompn

Published

on

Tantangan utama pengembangan teknologi di indonesia dalam sektor pendidikan
Keterbatasan infrastruktur, adaptasi guru, dan kesenjangan ekonomi jadi tantangan utama pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia. Gambar : Liputan6.com/Nefri Inge

MPN Indonesia 16 April 2025 - Pengembangan teknologi di sektor pendidikan Indonesia menghadapi berbagai kendala signifikan yang mempengaruhi pemerataan akses dan efektivitas implementasi di seluruh wilayah.

Sejumlah tokoh menyampaikan bahwa keterbatasan infrastruktur digital, kurangnya perangkat pendukung, dan tantangan bagi tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan teknologi menjadi hambatan utama.

Masalah ini terutama terasa di daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), tempat jaringan internet belum menjangkau secara optimal dan perangkat teknologi masih sulit diakses oleh lembaga pendidikan maupun peserta didik.

Keterbatasan Infrastruktur dan Ketersediaan Perangkat

Guru SMA Swasta di Tangerang Selatan, Dufi menyampaikan bahwa infrastruktur digital yang belum memadai menjadi penghalang utama dalam pengembangan teknologi pendidikan.

“Banyak daerah yang belum memiliki jaringan internet yang memadai, dan perangkat yang diperlukan juga tidak terjangkau,” ujar Dufi kepada MPN Indonesia pada Rabu (16/4).

Ketidakmerataan infrastruktur ini menyebabkan penerapan pembelajaran berbasis teknologi sulit dilakukan secara menyeluruh.

Selain itu, Ardhie menyoroti permasalahan keterbatasan peralatan di sekolah.

Menurutnya, tidak semua institusi pendidikan mampu menyediakan perangkat yang diperlukan untuk proses pembelajaran digital.

“Keterbatasan alat dan perangkat yang memadai sangat menghambat penggunaan teknologi di sekolah-sekolah, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil,” ungkap Ardhie, guru SMKN 2 Jakarta.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi di dunia pendidikan memerlukan dukungan sarana yang merata untuk seluruh wilayah Indonesia.

Hambatan Adaptasi Teknologi oleh Tenaga Pendidik

Kesulitan dalam adaptasi terhadap teknologi juga dirasakan oleh tenaga pendidik, khususnya dosen di lingkungan kampus swasta.

Kaprodi Bisnis Digital Politeknik Piksi Input Serang, Resita Rahma mengungkapkan bahwa kesibukan administratif menjadi faktor penghambat.

Baca Juga:  Cara Cerdas Pakai AI untuk Bantu Siswa Belajar, jadi Gak Ketergantungan!

“Bagi para dosen, menyesuaikan diri dengan teknologi adalah tantangan besar karena mereka harus menyempatkan waktu di tengah kewajiban administratif yang sudah padat,” kata Resita Rahma.

Tantangan ini semakin berat di institusi swasta, di mana beban pengajar untuk memenuhi tuntutan pendidikan berkualitas tetap tinggi meski dengan sumber daya terbatas.

Ketidakmampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi secara cepat membuat integrasi digital dalam sistem pengajaran berjalan lambat.

Kesenjangan Ekonomi dan Ketergantungan pada Alat Tradisional

Selain faktor internal institusi pendidikan, keterbatasan dana di tingkat keluarga juga menjadi faktor penghambat utama.

Banyak siswa di daerah tidak memiliki perangkat digital pribadi yang dibutuhkan untuk pembelajaran daring maupun berbasis aplikasi.

Dufi menambahkan bahwa masih banyak sekolah dan guru yang bergantung pada perangkat tradisional seperti proyektor dan papan tulis dalam kegiatan belajar-mengajar.

Ketergantungan ini memperlihatkan bahwa transformasi teknologi di bidang pendidikan tidak hanya bergantung pada institusi, tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat yang harus mampu mendukung kebutuhan digital siswa.

Keterbatasan finansial keluarga mempersempit peluang peserta didik untuk merasakan manfaat penuh dari pengembangan teknologi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending