Politik
Indonesia Ajak ASEAN Negosiasi Bersama Hadapi Tarif Dagang AS
Indonesia mengajak negara-negara ASEAN negosiasi bersama dalam merespons kebijakan tarif timbal balik AS.
MPN Indonesia 16 April 2025 - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengajak negara-negara ASEAN untuk melakukan negosiasi bersama dalam merespons kebijakan tarif timbal balik yang diumumkan Amerika Serikat (AS) pada 2 April 2025.
Ajakan ini disampaikan dalam ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (10/4) dan dihadiri oleh para Menteri Perdagangan negara-negara ASEAN.
Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri.
“Pertemuan bertujuan membahas tarif timbal-balik Amerika Serikat yang diumumkan pada 2 April 2025,” kata Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam pernyataan resmi di laman ekon.go.id, Jumat (11/4).
ASEAN Sepakat Jaga Hubungan dengan AS
Pertemuan khusus ini menghasilkan kesepakatan awal bahwa ASEAN akan tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat dan tidak mengambil langkah retaliasi.
ASEAN menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi ekonomi regional, serta menciptakan lingkungan perdagangan yang transparan, adil, dan terbuka.
“Pada prinsipnya, pertemuan menyepakati agar ASEAN melakukan dialog dengan Amerika Serikat untuk menjaga hubungan yang tetap baik,” kata Susiwijono.
Forum tersebut juga menekankan pentingnya menjaga sistem perdagangan yang dapat diprediksi, adil, terbuka, dan inklusif di tengah ketidakpastian global.
Strategi ASEAN Hadapi AS
Dalam pertemuan itu, negara-negara ASEAN juga bersepakat untuk memanfaatkan platform yang sudah ada seperti ASEAN-US Trade and Investment Framework (TIFA) serta Kemitraan Strategis ASEAN-Amerika Serikat guna menjajaki kepentingan bersama.
Selain itu, ASEAN berkomitmen untuk memperkuat implementasi komitmen perdagangan intra-ASEAN dalam perjanjian ASEAN Trade-in-Goods Agreement (ATIGA) dan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Di saat yang sama, ASEAN akan terus menjajaki peluang kemitraan dagang baru sambil mempertahankan hubungan dengan mitra dagang yang sudah ada.
“Keempat, mengeksplorasi RCEP lebih luas untuk menarik anggota baru sehingga ASEAN dapat mengurangi ketergantungannya hanya pada pasar tertentu dan memiliki opsi lain,” kata Susiwijono.
“Dan, kelima, melanjutkan keterlibatan Amerika Serikat dalam perdagangan dengan ASEAN,” imbuhnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
