Connect with us

Politik

Indonesia Ajak ASEAN Negosiasi Bersama Hadapi Tarif Dagang AS

Indonesia mengajak negara-negara ASEAN negosiasi bersama dalam merespons kebijakan tarif timbal balik AS.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 16t145041.618
Menteri Perdagangan dan delegasi Indonesia dari Kemenko Perekonomian serta Kemenlu saat rapat daring dengan para Menteri Perdagangan ASEAN, 10 April 2025 | Gambar: ekon.go.id

MPN Indonesia 16 April 2025 - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengajak negara-negara ASEAN untuk melakukan negosiasi bersama dalam merespons kebijakan tarif timbal balik yang diumumkan Amerika Serikat (AS) pada 2 April 2025.

Ajakan ini disampaikan dalam ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (10/4) dan dihadiri oleh para Menteri Perdagangan negara-negara ASEAN.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri.

“Pertemuan bertujuan membahas tarif timbal-balik Amerika Serikat yang diumumkan pada 2 April 2025,” kata Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam pernyataan resmi di laman ekon.go.id, Jumat (11/4).

ASEAN Sepakat Jaga Hubungan dengan AS

Pertemuan khusus ini menghasilkan kesepakatan awal bahwa ASEAN akan tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat dan tidak mengambil langkah retaliasi.

ASEAN menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi ekonomi regional, serta menciptakan lingkungan perdagangan yang transparan, adil, dan terbuka.

“Pada prinsipnya, pertemuan menyepakati agar ASEAN melakukan dialog dengan Amerika Serikat untuk menjaga hubungan yang tetap baik,” kata Susiwijono.

Forum tersebut juga menekankan pentingnya menjaga sistem perdagangan yang dapat diprediksi, adil, terbuka, dan inklusif di tengah ketidakpastian global.

Strategi ASEAN Hadapi AS

Dalam pertemuan itu, negara-negara ASEAN juga bersepakat untuk memanfaatkan platform yang sudah ada seperti ASEAN-US Trade and Investment Framework (TIFA) serta Kemitraan Strategis ASEAN-Amerika Serikat guna menjajaki kepentingan bersama.

Selain itu, ASEAN berkomitmen untuk memperkuat implementasi komitmen perdagangan intra-ASEAN dalam perjanjian ASEAN Trade-in-Goods Agreement (ATIGA) dan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Baca Juga:  RI Sepakati Transfer Data Pribadi ke AS Demi Penurunan Tarif Dagang

Di saat yang sama, ASEAN akan terus menjajaki peluang kemitraan dagang baru sambil mempertahankan hubungan dengan mitra dagang yang sudah ada.

“Keempat, mengeksplorasi RCEP lebih luas untuk menarik anggota baru sehingga ASEAN dapat mengurangi ketergantungannya hanya pada pasar tertentu dan memiliki opsi lain,” kata Susiwijono.

“Dan, kelima, melanjutkan keterlibatan Amerika Serikat dalam perdagangan dengan ASEAN,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending