Connect with us

Otomotif

Meski Ada THR, Penjualan Mobil Maret 2025 Tetap Turun

Penjualan mobil Maret 2025 turun 6,8% meski ada momen THR dan Lebaran 2025.

Logompn

Published

on

Meski ada thr, penjualan mobil maret 2025 tetap turun
Penjualan mobil Maret 2025 turun 6,8% dibandingkan dengan tahun lalu. Gambar : Kompas.com

MPN Indonesia 18 April 2025 - Penjualan mobil di Indonesia pada Maret 2025 mengalami penurunan, meski terdapat sejumlah faktor yang biasanya mendorong peningkatan penjualan, seperti Tunjangan Hari Raya (THR), mudik, dan libur Lebaran. 

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail tercatat sebanyak 76.582 unit, turun 6,8% dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 82.170 unit. 

Penurunan juga terlihat pada penjualan wholesales, yang menyusut dari 74.720 unit menjadi 70.892 unit.

Pada kuartal pertama 2025 (Januari–Maret), penjualan mobil juga menunjukkan tren melemah. Total penjualan retail mencapai 210.483 unit, turun 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 231.027 unit. 

Sementara itu, penjualan wholesales turun sekitar 4,7% dari 215.250 unit pada 2024 menjadi 205.160 unit pada 2025.

Meski faktor-faktor seperti THR dan libur Lebaran umumnya menjadi pendorong konsumsi, penjualan tetap melemah. 

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menjelaskan bahwa panjangnya libur Lebaran 2025, yang bahkan meluas hingga hari Senin, menyebabkan jumlah hari kerja menjadi sangat terbatas. Kondisi ini berdampak pada penurunan jumlah transaksi selama Maret. 

“Kami berharap dengan lebih banyaknya hari kerja di bulan April, kondisi pasar akan membaik,” ujar Sri Agung Handayani kepada wartawan dalam acara Halal Bihalal di Jakarta pada Rabu (16/4)

Selain itu, faktor lain yang turut mempengaruhi penurunan penjualan adalah tekanan ekonomi makro yang masih terasa, serta isu pajak tambahan atau opsen yang mendorong konsumen untuk membeli mobil lebih awal pada Desember 2024. 

Meski terdapat harapan pemulihan, kondisi ini menunjukkan bahwa faktor-faktor tradisional seperti THR dan libur Lebaran belum mampu mendorong penjualan mobil secara signifikan pada Maret 2025.

Baca Juga:  Mengulik Sejarah dan Makna Sungkeman saat Hari Raya Idulfitri

Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, mengusulkan penurunan harga mobil baru untuk membantu pemulihan industri otomotif. 

Gaikindo juga telah menetapkan target penjualan sebesar 900 ribu unit mobil pada 2025, meskipun tantangan tetap harus dihadapi oleh industri otomotif Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending