Internasional
Saling Tembak di Perbatasan Kashmir, PBB Minta India dan Pakistan Tahan Diri
Ketegangan India-Pakistan meningkat usai serangan di Kashmir tewaskan 26 wisatawan. PBB imbau kedua negara bersenjata nuklir itu untuk menahan diri.
MPN Indonesia 26 April 2025 - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah terjadi insiden saling tembak di sepanjang Garis Kontrol (LoC) di wilayah Kashmir yang disengketakan pada Kamis (24/4).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta kedua negara bersenjata nuklir itu untuk menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut.
Insiden ini bermula setelah serangan bersenjata menewaskan 26 wisatawan di kota Pahalgam, Kashmir, yang dikelola India, memicu respons keras dari New Delhi dan balasan diplomatik dari Islamabad.
Bentrokan di Garis Kontrol dan Respons Militer
Menurut Syed Ashfaq Gilani, seorang pejabat di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, terjadi saling tembak antara pasukan India dan Pakistan di sepanjang LoC.
“Tidak ada penembakan terhadap penduduk sipil,” ujar Syed Ashfaq Gilani, dikutip MPN Indonesia dari laman AFP pada Sabtu (26/4).
Militer India juga mengonfirmasi adanya kontak senjata ringan yang dikatakan dimulai oleh Pakistan, dan menyebut telah merespons secara efektif.
PBB, melalui juru bicara Stephane Dujarric, menyatakan keprihatinannya dan mendesak kedua negara agar menyelesaikan perbedaan secara damai.
“Kami sangat mengimbau kedua pemerintah… untuk menahan diri secara maksimal, dan memastikan bahwa situasi dan perkembangan yang telah kita lihat tidak memburuk lebih jauh,” kata Dujarric di New York.
Eskalasi Diplomatik antara India dan Pakistan
Sebagai tanggapan terhadap ketegangan yang meningkat, Pakistan menutup wilayah udaranya untuk maskapai penerbangan India serta menghentikan perdagangan lintas perbatasan.
Islamabad juga meminta diplomat India untuk meninggalkan negara tersebut dan membatalkan visa warga India, kecuali untuk peziarah Sikh.
Langkah ini disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Shehbaz Sharif dalam pernyataan resminya, yang menegaskan, “Pakistan menyatakan Penasihat Pertahanan, Angkatan Laut, dan Udara India di Islamabad sebagai persona non grata. Mereka diarahkan untuk segera meninggalkan Pakistan.”
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menambahkan bahwa negaranya siap menghadapi eskalasi lebih lanjut.
“India sedang berperang dengan intensitas rendah melawan kami, dan jika mereka meningkatkan skalanya, kami siap. Untuk melindungi tanah kami, kami tidak akan berada di bawah tekanan internasional,” jelasnya dalam konferensi pers.
Insiden Penembakan di Pahalgam dan Tuduhan Terorisme
Penembakan terhadap wisatawan di Pahalgam menjadi pemicu terbaru konflik ini.
Orang-orang bersenjata keluar dari hutan pinus, menyerang kerumunan dengan senjata otomatis, bahkan dilaporkan mengeksekusi korban secara selektif.
Polisi India mengidentifikasi kelompok pelaku sebagai milisi Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan, yang telah ditetapkan PBB sebagai organisasi teroris.
Kelompok bayangan Front Perlawanan (TRF) juga mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. India menganggap TRF sebagai cabang dari LeT.
Menyusul insiden ini, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan, “Saya katakan kepada seluruh dunia, India akan mengidentifikasi, melacak, dan menghukum setiap teroris dan pendukungnya.”
Dalam pidatonya, Modi berjanji akan mengejar para pelaku hingga ke “ujung Bumi.”
Tindakan Balasan India
Sebagai bagian dari respons terhadap serangan tersebut, India mengambil serangkaian tindakan diplomatik yang keras terhadap Pakistan.
India menangguhkan perjanjian pembagian air, menutup perbatasan darat utama, serta menurunkan hubungan diplomatik.
Pemerintah India memerintahkan warga negara Pakistan untuk meninggalkan India paling lambat pada Selasa (29/4), kecuali diplomat yang diizinkan tinggal.
Langkah India ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi militer, mengingat sejarah konflik antara kedua negara.
Serangan serupa pernah terjadi pada 2019 di Pulwama, ketika seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan 40 personel polisi India, yang diikuti oleh serangan udara India ke wilayah Pakistan.
Dampak Terhadap Pariwisata Kashmir
Konflik ini memberikan dampak besar pada sektor pariwisata Kashmir, yang merupakan salah satu pilar ekonomi lokal.
Insiden serangan membuat para pelaku wisata melaporkan pembatalan massal reservasi di awal musim panas yang biasanya ramai pengunjung.
Dengan keterlibatan dua negara besar seperti India dan Pakistan, dan campur tangan PBB dalam menyerukan penahanan diri.
PBB terus berupaya mendorong penyelesaian damai untuk mencegah krisis kemanusiaan dan konflik internasional lebih lanjut.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
