Berita
BPBD Jakarta Paparkan Strategi dan Kinerja Penanganan Banjir Musim Hujan
BPBD Jakarta mengungkapkan strategi efektif dalam penanganan banjir.
MPN Indonesia 28 April 2025 - BPBD Jakarta menilai kinerja penanganan banjir pada musim hujan kali ini berjalan optimal berkat kesiapsiagaan yang ditingkatkan di seluruh wilayah.
Ketua Subkelompok Pengendalian dan Operasi BPBD DKI Jakarta, Muhamad Thoufiq H., ST, M.A., menyampaikan bahwa kesiapan sarana prasarana dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana alam ini.
Peningkatan Kesiapsiagaan dan Koordinasi
BPBD DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 267 petugas di setiap kelurahan untuk mempercepat koordinasi dan memperkuat respons terhadap potensi bencana banjir. Menurut Muhamad Thoufiq, seluruh sarana dan prasarana, seperti tenda pengungsi, perahu, dan perlengkapan keselamatan, telah dipastikan dalam kondisi siap pakai.
Selain itu, posko siaga bencana di 267 kantor kelurahan serta di tingkat provinsi beroperasi penuh selama 24 jam, didukung layanan darurat Jakarta Siaga 112.
Koordinasi lintas sektor diperkuat dengan melibatkan wali kota, bupati, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Upaya ini bertujuan memastikan seluruh personel dan peralatan siap menghadapi potensi banjir, serta mempercepat distribusi bantuan dan evakuasi bila diperlukan,” ujar Muhamad Thoufiq kepada MPN Indonesia pada Senin (28/4).
Salah satu inovasi efektif dalam upaya penanganan banjir adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Hasil evaluasi BPBD menunjukkan OMC mampu mengurangi intensitas hujan lebat di Jakarta,” jelasnya.
Langkah Preventif Menjelang Musim Hujan
Sebelum memasuki puncak musim hujan, BPBD DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah preventif. Ratusan petugas, tepatnya 267 personel, ditempatkan di tiap kelurahan rawan banjir untuk mempercepat koordinasi dan respons pascabencana.
Selain pengerahan personel, pengecekan serta pemeliharaan sarana dan prasarana seperti tenda pengungsi, perahu, dan jaket pelampung juga dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan.
Dalam aspek mitigasi, BPBD berkoordinasi dengan Dinas SDA untuk memetakan titik-titik rawan banjir.
Tidak hanya di dalam wilayah DKI Jakarta, kolaborasi juga diperluas hingga ke daerah penyangga seperti Bogor dan Depok, guna memperkuat pengelolaan Sungai Ciliwung yang merupakan salah satu zona rawan banjir utama.
“Kami menguatkan koordinasi dengan daerah penyangga untuk pengelolaan Sungai Ciliwung yang menjadi zona rawan banjir utama di Jakarta,” terang Muhamad Thoufiq.
BPBD Jakarta juga melakukan sosialisasi risiko banjir kepada masyarakat, termasuk penyebaran informasi cuaca dan edukasi mitigasi bencana. Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG dan BNPB menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi potensi terjadinya banjir.
Rencana Jangka Panjang Mitigasi Banjir
Dalam rencana jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pengurangan luas genangan banjir menjadi 889,4 m² pada 2026. Berbagai kebijakan telah disusun untuk mencapai target tersebut.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan terus dilaksanakan untuk mengurangi potensi hujan lebat, termasuk melalui teknik tabur garam untuk memastikan distribusi hujan yang lebih merata. Selain itu, pembangunan dan peningkatan kapasitas Sungai, Danau, Embung, dan Waduk (SDEW) menjadi prioritas.
Proyek yang dilaksanakan meliputi Waduk Kamal, Waduk Bintaro, Waduk Marunda, Waduk Pondok Ranggon, Waduk Giri Kencana, Embung Bekasi Tengah, Embung Cakung Barat, dan Embung Kebagusan.
Pengadaan tanah untuk program naturalisasi dan normalisasi sungai juga dijalankan, meliputi beberapa lokasi seperti Kali Ciliwung, Kali Sunter Cipinang Melayu, Kali Angke, Kali Jatikramat, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.
“Proses ini dilaksanakan sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Pusat,” tambah Muhamad Thoufiq.
BPBD DKI Jakarta juga mengoperasikan sembilan polder dan membangun polder baru di kawasan Cengkareng, Kapuk Poglar, Jelambar Timur, Kembangan, Kedoya Taman Ratu Timur, dan Ancol Pademangan.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas saluran drainase serta pembangunan sarana pengendali banjir lainnya dilakukan secara paralel.
Dalam rangka memperkuat ketahanan kawasan, BPBD mengembangkan integrasi ruang terbuka hijau dan biru melalui replikasi program Taman Maju Bersama (TMB) di daerah cekungan, serta melakukan naturalisasi sungai dan waduk.
Peningkatan pemanfaatan teknologi juga menjadi fokus, melalui pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH), sumur resapan, dan percepatan pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 22 kilometer untuk melindungi pesisir dari ancaman banjir rob.
Dengan berbagai upaya tersebut, BPBD Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapan menghadapi banjir di masa mendatang, menjaga keselamatan masyarakat dari dampak hujan dan bencana alam.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
