Connect with us

Berita

Bandara Jenderal Ahmad Yani jadi Internasional, Pemprov Jateng Siapkan Penerbangan Perintis

Pemprov Jawa Tengah pulihkan status Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang jadi bandara internasional.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 28t141106.584
Bandara Jenderal Ahmad Yani | Gambar: pariwisata.semarangkota.go.id

Jawa Tengah, MPN Indonesia 28 April 2025 - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pulihkan status Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang jadi bandara internasional sejak 25 April lalu.

Penetapan status baru ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025.

“Alhamdulillah, sesuai Keputusan Menhub statusnya sudah internasional. Ini berkat kerja keras semua stakeholder,” ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sabtu (26/4), dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Provinsi Jawa Tengah.

Usaha Pengembalian Status Internasional

Sejak masa kampanye Pilkada 2024, Ahmad Luthfi telah menetapkan pengembalian status Bandara Jenderal Ahmad Yani sebagai prioritas.

Status internasional sebelumnya dicabut melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2024.

Setelah terpilih, Ahmad Luthfi bersama Gus Yasin mengirimkan tiga surat permohonan resmi kepada Kementerian Perhubungan, dengan surat terakhir dikirimkan pada 8 April 2025.

Selain komunikasi dengan Kementerian, Ahmad Luthfi juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Airnav Cabang Semarang.

Diklaim Bisa Tingkatkan Ekonomi Jawa Tengah

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pengembalian status internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Dengan status ini, kemudahan akses bagi investor asing meningkat serta mendorong lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah.

PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara telah menjalin komunikasi dengan maskapai Air Asia untuk membuka rute internasional ke Singapura dan Malaysia.

Selain itu, tawaran pembukaan rute juga telah diajukan kepada maskapai Scoot dan Malindo.

Infrastruktur dan personel CIQ (Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina) di bandara juga dinyatakan siap, mengingat Bandara Jenderal Ahmad Yani sudah melayani penerbangan kargo internasional sejak November 2024.

Baca Juga:  Warga Semarang Geger! Bapak Kos Mengaku Makan Kucing untuk Menurunkan Gula Darah

“Dengan kembalinya status internasional ini, akan meningkatkan daya ungkit perekonomian, dan tentu mampu menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Siapkan Bandara Perintis

Ahmad Luthfi juga akan menjadikan Bandara Dewandaru di Jepara dan Bandara Ngloram di Blora sebagai bandara perintis.

Pengaktifan ini bertujuan memperkuat infrastruktur pendukung sektor investasi dan pariwisata di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pengembangan bandara perintis untuk mendukung agenda internasional yang akan berlangsung di Karimunjawa, yakni Internasional Karimunjawa Skydiving and Adventure (KISA) pada 7–11 Mei 2025.

Acara tersebut akan diikuti oleh peserta dari sekitar 59 negara, membuka peluang besar untuk promosi pariwisata Jawa Tengah di mata dunia.

“Bandara perintis akan menambah daya dukung pariwisata di Jateng. Bahwa Karimunjawa merupakan pariwisata zona hijau, yang sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik,” kata Ahmad Luthfi.

(AKM/NID/RAD)

Trending