Connect with us

Berita

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Capai 10 Hektare, Api Menjalar dari Zona 1 ke Zona 3

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang melanda sekitar 10 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan memantau asap serta kualitas udara.

Actress 1299250

Published

on

Kebakaran TPA Jatibarang Menyebar hingga 10 Hektar
Kebakaran TPA Jatibarang Menyebar hingga 10 Hektar. Gambar: X/@joneshop

Jawa Tengah, MPN Indonesia 2 Oktober 2026 - Kebakaran melanda TPA Jatibarang di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (30/9) sekitar pukul 18.04 WIB.

Api menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di kawasan TPA tersebut.

Petugas melakukan pemadaman, penyekatan, pendinginan, serta penguraian sampah menggunakan alat berat. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Penanganan tidak cukup hanya di titik kebakaran. Pemadaman berjalan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta komunikasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam keterangan tertulis pada Kamis (1/10).

Kebakaran dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas menemukan api melalap area Zona 1 yang akhirnya menyebar ke Zona 3.

Luas area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare dan masih dalam proses pendataan. BPBD Provinsi Jawa Tengah melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kondisi Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Terkendali

Kepala Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono menyebut kondisi mulai membaik.

Namun, sejumlah titik api masih membutuhkan penanganan petugas.

“Kondisi terkini sudah lebih baik dibanding tadi malam. Tapi masih banyak titik api yang harus diwaspadai,” kata Tantri di Semarang, Kamis (1/10).

Sebagian kawasan TPA masih dipenuhi kepulan asap putih dari sejumlah titik api.

Petugas sejak malam sebelumnya melakukan penyekatan untuk mencegah api menjalar lebih luas.

Tantri menyebut kebakaran diduga bermula dari Zona 1 sebelum melebar ke Zona 3. Zona 3 disebut bukan merupakan zona aktif.

Baca Juga:  32 Kali Hambat Perjalanan, Warga Diimbau Tidak Main Layangan Dekat Jalur Whoosh

“Kandungan gas metana dalam tumpukan gunung sampah yang memicu kebakaran cukup besar pada Rabu malam,” ujarnya.

Meski demikian, penyebab resmi kebakaran masih dalam penyelidikan. Agustina meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum pemeriksaan selesai.

“Untuk penyebabnya jangan berspekulasi. Kita tunggu hasil pemeriksaan dan informasi teknis dari pihak yang berwenang. Yang paling penting sekarang adalah memastikan api benar-benar padam dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Agustina.

Keberadaan gas metana pada timbunan sampah menjadi perhatian dalam proses penanganan.

Kondisi tersebut membuat pendinginan titik api di dalam timbunan menjadi lebih kompleks.

Pemadaman Melibatkan Puluhan Personel dan Armada

Pemerintah Kota Semarang mengerahkan 50 personel pemadam ke lokasi dalam operasi penanganan awal.

Operasi tersebut didukung sejumlah kendaraan dan pasokan air lintas perangkat daerah.

PMI juga mendukung pasokan air untuk pemadaman. Petugas turut memanfaatkan sumber air ASB di kawasan TPA dengan pompa portabel.

Laporan BPBD Provinsi Jawa Tengah mencatat dukungan peralatan tim gabungan dengan rincian:

  • 1 truk tangki BPBD Provinsi Jawa Tengah.
  • 11 truk pemadam kebakaran Kota Semarang.
  • 2 truk tangki PDAM.
  • 4 truk tangki DPU.
  • 1 truk tangki Perkim.
  • 1 truk tangki PMI Kota Semarang.
  • 1 ambulans PMI.
  • 1 ambulans Antasena.
  • 1 kendaraan rescue Samapta Polda Jawa Tengah.
  • 1 excavator dari Dinas Lingkungan Hidup.
  • 1 loader dari Dinas Lingkungan Hidup.
  • 1 dozer dari Dinas Lingkungan Hidup.

Petugas menggunakan alat berat untuk mengurai timbunan sampah selama proses pemadaman.

Penyemprotan dan pendinginan dilakukan untuk menjangkau bara di bagian dalam.

“Api memang harus kita kendalikan secepat mungkin, tetapi pekerjaan tidak berhenti ketika kobaran api mengecil. Kita harus memastikan tidak ada titik api dan bara yang tersisa di dalam timbunan. Karena itu, penguraian sampah dengan alat berat sambil dilakukan penyemprotan dan pendinginan terus kita lakukan,” jelas Agustina.

Baca Juga:  15 Rumah Terbakar di Paseban Jakpus, Ratusan Warga Kena Dampak

Tim menghadapi titik api yang sulit dijangkau selama operasi berlangsung. Akses jalan sempit dan penyebaran api yang cepat juga menjadi kendala penanganan.

“Semua bergerak bersama. Damkar menangani pengendalian api, sementara perangkat daerah dan unsur pendukung memperkuat kebutuhan air dan dukungan teknis di lapangan. Target kita jelas: api terkendali, tidak meluas, seluruh titik api ditemukan, dan dilakukan pendinginan sampai benar-benar aman,” tegas Agustina.

Tim Gabungan yang Terjun Tangani Kebakaran

Penanganan peristiwa di daerah Kota Semarang tersebut melibatkan berbagai instansi dan unsur masyarakat.

Tim melakukan kaji cepat, pemadaman, pendinginan, serta pengendalian titik api.

Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi:

  • BPBD Provinsi Jawa Tengah.
  • BPBD Kota Semarang.
  • BPBD Kabupaten Demak.
  • Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.
  • Dinas Lingkungan Hidup.
  • Dinas Pekerjaan Umum.
  • Satpol PP.
  • TNI.
  • Polri.
  • PMI.
  • Pemerintah Kecamatan Mijen.
  • Pemerintah Kelurahan Jatibarang.
  • Komunitas relawan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan logistik bagi personel di lapangan. Pasokan air dan dapur umum turut disiapkan selama operasi berlangsung.

Tantri mengatakan tujuh mobil pemadam masih disiagakan untuk melakukan pemadaman lanjutan. Pasokan air menggunakan truk tangki juga disebut dapat terpenuhi.

“Perkiraan penanganan masih akan dilakukan sampai tujuh hari ke depan karena tidak bisa langsung tuntas,” katanya.

Pemantauan Asap dan Kualitas Udara

Pemerintah Kota Semarang juga memantau dampak asap dari kebakaran. Pemantauan kualitas udara dilakukan di wilayah yang terdampak.

Asap kebakaran TPA mengandung partikulat halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Material yang terbakar di kawasan pembuangan juga beragam.

Warga terdampak diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat. Masyarakat juga diimbau menutup rapat pintu dan jendela rumah.

Baca Juga:  Program Xpose Uncensored Dituding Hina Ulama Lirboyo, Tagar #BoikotTrans7 Meledak di Medsos

Warga yang memiliki perangkat AC dianjurkan menggunakan mode resirkulasi.

Mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan memakai masker N95 atau setara secara rapat.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tetapi jangan mengabaikan paparan asap. Pemerintah daerah sedang menangani sumbernya sekaligus memantau dampaknya. Informasi mengenai kondisi udara akan terus kita perbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Semarang menjalankan empat pilar utama dalam penanganan dampak kebakaran.

(AKM/NID/RAD) 



Trending