Connect with us

Berita

Dukung Ketahanan Pangan, TNI-Polri dan Petani Tanam Padi Serentak di Cilincing

Kodim 0502 Jakarta Utara gelar kegiatan tanam padi serentak bersama Polri dan petani di Cilincing, Rabu (30/4).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 01t153154.300
TNI-Polri dan Petani Tanam Padi Serentak di Cilincing, Rabu (30/4) | Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 1 Mei 2025 - Kodim 0502 Jakarta Utara menggelar kegiatan tanam padi serentak bersama TNI, Polri, dan petani di lahan persawahan Rorotan, Cilincing, Rabu (30/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional dan mulai menyasar wilayah perkotaan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Gerakan tanam padi ini diinisiasi oleh Kodim 0502 Jakarta Utara dan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Pemerintah Kota Jakarta Utara, serta kelompok tani setempat.

Komandan Kodim 0502 Jakarta Utara, Kolonel Infanteri Dony Gredinand menyampaikan bahwa tanam padi serentak merupakan agenda rutin yang terus dijalankan.

Menurutnya, Jakarta Utara memiliki lahan sawah di wilayah Rorotan seluas 240 hektare yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung ketahanan pangan.

“Lahan ini kita maksimalkan. Dengan dukungan pompa air, traktor, dan benih unggul, kami optimistis hasilnya akan maksimal,” ucap Dony kepada MPN Indonesia.

Petani Terima Bantuan

Dony menjelaskan sekitar 20 persen lahan merupakan milik pribadi, sementara sisanya dikelola oleh pihak swasta.

Sebagai bentuk dukungan konkret, para petani yang berpartisipasi dalam kegiatan ini menerima bantuan benih padi varietas genjah M70, delapan unit mesin pompa air, dan delapan unit hand tractor.

Bantuan tersebut disediakan oleh Kodim 0502/JU, Polres Metro Jakarta Utara, serta Suku Dinas Ketahanan Pangan Jakarta Utara.

Apresiasi dari Kelompok Tani

Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan, Sirojudin Abas, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan.

Menurutnya, dukungan ini penting untuk meningkatkan produktivitas petani di wilayah tersebut.

“Kalau cuaca mendukung, varietas M70 ini bisa dipanen dalam 75 hingga 80 hari. Insyaallah bulan Juli panen,” kata Sirojudin.

Baca Juga:  Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun Truk BBM di Jakarta Utara

Bibit M70

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara, Unang Rustanto, menyatakan bahwa pihaknya terus mendampingi petani agar mampu mandiri dalam proses produksi.

Ia menjelaskan bahwa benih padi M70 yang digunakan telah berlabel ungu, artinya hasil panen dapat digunakan kembali sebagai benih untuk musim tanam berikutnya.

“Bibit M70 ini berlabel ungu, artinya setelah panen bisa langsung dijadikan benih lagi. Ini mendorong petani tidak tergantung dari bantuan pemerintah,” ungkap Unang.

(ARI/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending