Connect with us

Internasional

Ukraina Tuding Rusia Langgar Gencatan Senjata

Ukraina menuduh Rusia melanggar gencatan senjata hanya beberapa jam setelah dimulai.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 09t112152.818
Kendaraan militer Rusia melintas di Jalan Lingkar Taman (Garden Ring) Moskow di depan lambang huruf 'Z' yang menunjukkan dukungan terhadap pasukan Rusia di Ukraina | Gambar: AFP

MPN Indonesia 9 Mei 2025 - Ukraina menuduh Rusia melanggar gencatan senjata yang diumumkan sendiri hanya beberapa jam setelah dimulai.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, pada Kamis (8/10) Angkatan Udara Ukraina melaporkan pesawat Rusia meluncurkan bom terpandu ke wilayah Sumy sebanyak tiga kali setelah tengah malam waktu setempat (21:00 GMT).

Tindakan itu terjadi tepat saat gencatan senjata tiga hari, 8-10 Mei, yang diumumkan secara sepihak oleh Presiden Rusia Vladimir Putin mulai berlaku.

Pernyataan Pemerintah Ukraina

Pemerintah Ukraina menyebut serangan tersebut sebagai bukti bahwa Rusia tidak memiliki niat tulus untuk menghormati kesepakatan damai.

“Sudah dapat diduga, ‘gencatan senjata parade’ Putin terbukti hanya sebuah sandiwara,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di X pada Kamis.

“Dari tengah malam hingga tengah hari, Rusia melakukan 734 pelanggaran gencatan senjata dan 63 operasi serangan, 23 di antaranya masih berlangsung,” imbuhnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan pada Rabu (7/5) bahwa negaranya tetap berkomitmen terhadap tawaran gencatan senjata selama 30 hari.

“Kami tidak menarik usulan ini, yang bisa memberikan peluang bagi diplomasi,” ujar Zelensky dalam pidato video malamnya.

Menurut Zelensky, Rusia tidak memberikan tanggapan atas tawaran gencatan senjata 30 hari itu, kecuali dengan serangan baru.

Gencatan Senjata 30 Hari

Gagasan mengenai gencatan senjata 30 hari awalnya diusulkan oleh Amerika Serikat pada Maret lalu, dengan harapan membuka jalan bagi penyelesaian diplomatik konflik Rusia-Ukraina.

Moskow menolak proposal tersebut dengan alasan perlu adanya mekanisme pengawasan yang jelas sebelum implementasi.

Sebagai gantinya, Rusia mengajukan gencatan senjata tiga hari sebagai “gestur kemanusiaan”.

Kementerian Pertahanan Rusia, yang dikutip Interfax, mengatakan bahwa Ukraina, sebaliknya, telah melakukan 488 serangan terhadap target-target Rusia dan dua kali mencoba menerobos perbatasan di wilayah Kursk.

Baca Juga:  Prabowo dan Vladimir Putin Gelar Pertemuan Khusus di China

(ADN/NID/RAD)

Trending