Connect with us

Internasional

Rusia dan Korea Utara Bangun Jembatan Jalan Pertama

Rusia memulai pembangunan jembatan jalan pertama yang menghubungkan negaranya dengan Korea Utara.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 12t101029.052
Presiden Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Rusia memulai pembangunan jembatan jalan pertama yang menghubungkan negaranya dengan Korea Utara melintasi Sungai Tumen di wilayah perbatasan, menandai percepatan hubungan bilateral antara kedua negara.

Dikutip MPN Indonesia dari laporan Reuters, jembatan ini menjadi penghubung kendaraan bermotor pertama antara Rusia dan Korea Utara.

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis melalui konferensi video yang dihadiri Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song.

Tonggak Penting Hubungan Rusia-Korea Utara

Mishustin menyebut pembangunan jembatan ini sebagai “tonggak penting” dalam hubungan Rusia–Korea Utara.

“Kami menciptakan dasar yang andal untuk kerja sama yang lebih erat antara kedua negara, jalan untuk dialog yang terbuka dan produktif,” ujarnya seperti dikutip MPN Indonesia dari Tass.

Jembatan sepanjang 1 kilometer dan selebar tujuh meter ini dirancang memiliki dua lajur untuk kendaraan, dengan total panjang proyek mencakup jalan pendekat sepanjang 4,7 yang terdiri atas 424 meter di wilayah Rusia dan 581 meter di wilayah Korea Utara.

Proyek ini bernilai lebih dari USD111 juta dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Pemerintah Rusia menyatakan jembatan ini akan meningkatkan pergerakan lintas batas orang, pariwisata, serta distribusi komoditas.

Korea Utara Dukung Perang Rusia-Ukraina

Jembatan ini dirancang untuk memfasilitasi pergerakan hingga 300 kendaraan dan 2.850 orang setiap hari.

Sebelumnya, Rusia dan Korea Utara hanya terhubung melalui satu jembatan kereta api. Kesepakatan pembangunan jembatan jalan ini dicapai pada Juni 2024.

Menurut laporan dari Institut Studi Perang, jembatan ini diperkirakan akan mendukung kerja sama logistik yang lebih intensif antara Rusia dan Korea Utara, termasuk kemungkinan penggunaannya untuk distribusi material militer.

Baca Juga:  Prabowo Dorong Reformasi Global dan Dukung Palestina di Forum BRICS

Pembangunan jembatan ini berlangsung di tengah meningkatnya dukungan Korea Utara secara terang-terangan terhadap upaya perang Rusia di Ukraina.

Korea Utara secara terbuka telah mengirim sekitar 15.000 tentara ke Rusia, dengan 4.700 di antaranya dilaporkan tewas atau terluka menurut Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS).

Sebagai imbalan, Rusia diduga telah menyediakan rudal pertahanan udara, peralatan perang elektronik, drone, dan teknologi peluncuran satelit pengintai kepada Korea Utara.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending