Internasional
Buntut Efisiensi, Panasonic akan PHK 10 Ribu Karyawan
Panasonic Holdings mengumumkan rencana pemecatan 10.000 karyawan pada tahun fiskal berjalan.
MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Panasonic Holdings mengumumkan rencana pemecatan 10.000 karyawan pada tahun fiskal berjalan sebagai bagian dari strategi restrukturisasi besar-besaran.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, keputusan ini disampaikan pada Jumat (9/5) di Tokyo dan akan mencakup pemangkasan karyawan secara merata di Jepang dan luar negeri.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menargetkan efisiensi melalui konsolidasi operasi penjualan, pengurangan staf tidak langsung, penutupan bisnis yang merugi, serta program pensiun dini di Jepang.
Biaya Restrukturisasi USD896 Juta
Langkah tersebut akan menimbulkan biaya restrukturisasi sebesar 130 miliar yen, atau sekitar USD896 juta.
Panasonic menyatakan bahwa hampir separuh dari biaya ini akan berasal dari divisi Lifestyle, yang mencakup produk elektronik rumah tangga dan sistem ventilasi, sedangkan sekitar 40% sisanya berasal dari unit bisnis lainnya termasuk perusahaan induk.
Divisi energi, yang memproduksi baterai kendaraan listrik, tidak akan terdampak oleh pengeluaran restrukturisasi tersebut.
Perusahaan saat ini memiliki sekitar 228.000 karyawan secara global dan menargetkan efisiensi yang lebih baik demi meningkatkan profitabilitas.
Panasonic menargetkan pengembalian ekuitas (return on equity) sebesar 10% pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2029.
Selain itu, perusahaan menargetkan laba operasional grup yang disesuaikan sebesar minimal 600 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2027.
Tinjau Efisiensi di Anak Perusahaan
Panasonic menyatakan bahwa peninjauan efisiensi akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh perusahaan grup, dengan fokus utama pada divisi penjualan dan administrasi atau back-office.
Langkah ini merupakan bagian dari pembaruan strategi yang pertama kali diumumkan pada Februari lalu.
Dalam pernyataan tertulisnya, Panasonic menekankan bahwa efisiensi operasi di berbagai anak perusahaan akan dikaji ulang guna mendukung kinerja jangka panjang.
“Kami akan mengonsolidasikan operasi penjualan dan fungsi pendukung, menghentikan beberapa lini bisnis, serta mendorong pensiun dini untuk karyawan di Jepang,” demikian disampaikan dalam pernyataan perusahaan.
Unit Energi Tetap Tumbuh
Meskipun perusahaan secara keseluruhan memperkirakan penurunan laba operasional sebesar 13% untuk tahun fiskal berjalan, menjadi 370 miliar yen, unit bisnis energi justru mengalami pertumbuhan.
Panasonic memperkirakan laba operasional divisi ini meningkat 39% menjadi 167 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2026.
Kenaikan ini ditopang oleh penjualan baterai dan sistem penyimpanan energi yang lebih tinggi.
Divisi energi Panasonic memproduksi baterai untuk produsen kendaraan listrik seperti Tesla. Pada tahun fiskal sebelumnya, divisi ini menghasilkan laba operasional sebesar 120,2 miliar yen, sedikit di bawah target internal perusahaan sebesar 124 miliar yen.
Namun demikian, peningkatan proyeksi laba ini menunjukkan potensi stabilitas pada unit bisnis yang tidak terdampak langsung oleh langkah PHK atau pemecatan karyawan yang diumumkan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
