Lifestyle
BMKG Ungkap Sudah Keluarkan Peringatan Sebelum Terjadi Angin Kencang di Jakbar
BMKG mengaku telah keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Jakarta.
MPN Indonesia 13 Mei 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengaku telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Jakarta, termasuk Jakarta Barat, sejak Jumat (9/5) hingga Minggu (11/5).
Peringatan ini menyebutkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
“Ya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini 3 harian untuk wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Barat, yang berlaku mulai tanggal 9 hingga 11 Mei 2025,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada MPN Indonesia.
“Peringatan dini tersebut mengindikasikan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan angin kencang,” imbuhnya.
Beri Pembaruan Peringatan Dini
Guswanto mengatakan BMKG telah memberikan status waspada untuk Jakarta, termasuk Jakarta Barat, pada hari H kejadian angin kencang di Kalideres.
“Pada tanggal 11 Mei 2025, BMKG memberikan status Waspada untuk Jakarta, termasuk Jakarta Barat, mengingat adanya kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada aktivitas masyarakat,” kata Guswanto.
Ia pun menjelaskan pembaruan peringatan dini dilakukan pada hari kejadian pukul 13.10 WIB dan kembali diperbarui pada pukul 14.30 WIB hingga 16.30 WIB.
Peringatan tersebut mencakup potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang intens di wilayah Jakarta Barat.
Fenomena di Kalideres Bukan Puting Beliung
BMKG menegaskan bahwa fenomena angin yang terjadi pada pukul 14.05 WIB di Kalideres bukanlah puting beliung, melainkan angin kencang sesaat atau downburst.
“Berdasarkan hasil analisis meteorologis BMKG, kejadian yang berlangsung di Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 14.05 WIB bukan fenomena puting beliung, melainkan angin kencang sesaat (downburst),” kata Guswanto.
Ia pun menjelaskan fenomena ini terjadi karena awan cumolonimbus (cb). Angin kencang sesaat terjadi ketika udara dingin turun cepat dari dasar awan cb dan menyebar ke permukaan bumi.
“Hal ini berbeda dengan puting beliung yang memiliki sirkulasi angin berputar dan intensitas yang lebih kecil,” ucap Guswanto.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
