Connect with us

Teknologi

AI Makin Melejit, Pelatihan Mahasiswa Harus Kian Digenjot

Perkembangan AI yang makin pesat memaksa dunia pendidikan untuk segera beradaptasi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 28t150548.390
AI Makin Melejit, Pelatihan Mahasiswa Harus Kian Digenjot | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 Mei 2025 - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang makin pesat memaksa dunia pendidikan untuk segera beradaptasi.

Tak hanya sebagai tren teknologi, AI kini telah menjelma menjadi kebutuhan mendesak yang harus direspons dengan cepat, khususnya oleh institusi pendidikan tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Kaprodi Bisnis Digital di Politeknik Piksi Input Serang, Resita Rahma.

Menurutnya, kehadiran AI bukan lagi hal yang bisa disikapi setengah-setengah. Perguruan tinggi dan program studi, kata dia, wajib melakukan penyesuaian kurikulum secara menyeluruh.

“Mulai dari kemunculan AI pun, perguruan tinggi serta prodi harus menyesuaikan perubahan ini dalam kurikulum, bahkan menjadikannya sebuah mata kuliah wajib bagi mahasiswa,” ujar Resita saat dihubungi MPN Indonesia, Sabtu (24/5).

Mahasiswa Perlu Reskilling

Lebih lanjut, Resita menilai bahwa mahasiswa saat ini perlu dilatih ulang atau reskilling agar mampu mengikuti lompatan teknologi yang dihadirkan oleh AI.

Menurutnya, perubahan besar ini tidak hanya memengaruhi aspek teknis, tetapi juga akan berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas di masa depan.

“Perubahan ini pasti akan berdampak bagi perkembangan teknologi dan kehidupan di masa depan, sehingga pengenalan sekaligus pelatihan pun perlu dilakukan,” jelasnya.

Tantangan AI

Namun, seiring dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, AI juga menyimpan potensi penyalahgunaan.

Resita menyebut bahwa kerentanan semacam ini menjadi sisi lain dari kecanggihan teknologi yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di ranah pendidikan.

“Bagi pendidikan, sisi lain kerentanan ini merupakan isu yang sangat penting dan cukup kompleks, sehingga perlu dimitigasi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjembatani aspek etika dan teknis dalam pengembangan riset AI.

Baca Juga:  Paus Leo XIV Larang Pastor Tulis Khotbah Pakai ChatGPT

Menurut Resita, persoalan etika sering kali sulit diukur karena berkaitan erat dengan nilai-nilai pribadi seseorang.

Meski demikian, upaya menanamkan pemahaman etika harus tetap menjadi bagian penting dari proses pembelajaran teknologi.

“Etika merupakan hal yang dijadikan prinsip bagi seseorang, sehingga sulit untuk diukur. Tetapi hal ini tetap perlu dilakukan agar pemahaman tentang etika ini tetap ditanamkan di individu,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending