Connect with us

Politik

Prabowo Luncurkan 5 Paket Stimulus Ekonomi Senilai Rp24,44 Triliun, Ada Bansos hingga Subsidi Upah

Prabowo luncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 03t143350.239
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/6) | Gambar: BPMI Setpres

MPN Indonesia 3 Juni 2025 - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (2/6).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa paket stimulus terdiri dari lima kelompok kebijakan utama yang menyasar sektor transportasi, bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif jalan tol.

“Hari ini Bapak Presiden juga telah memutuskan untuk memberikan sebuah paket stimulus agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga momentumnya dan juga stabilitas perekonomian terus diperkuat,” ujar Sri Mulyani kepada media usai rapat.

Berikut rincian paket stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah.

1. Diskon Transportasi Massal

Pemerintah memberikan diskon moda transportasi untuk periode libur sekolah dan awal tahun ajaran baru Juni–Juli 2025.

Total anggaran untuk program transportasi ini mencapai Rp0,94 triliun. Berikut rinciannya:

  • Diskon 30% tiket kereta api untuk 2,8 juta penumpang dengan anggaran Rp0,3 triliun.
  • Tiket pesawat kelas ekonomi dikenakan skema PPN ditanggung pemerintah sebesar 6% untuk sekitar 6 juta penumpang, dengan anggaran Rp0,43 triliun.
  • Tiket angkutan laut mendapatkan potongan harga 50% bagi 0,5 juta penumpang, dengan anggaran Rp0,21 triliun.

2. Diskon Tarif Tol

Diskon tarif tol sebesar 20% akan diberlakukan untuk 110 juta pengguna selama Juni–Juli 2025.

Kebijakan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), tanpa menggunakan anggaran APBN.

“Untuk ini akan dilakukan melalui operasi non-APBN, karena dalam hal ini untuk Kementerian PU akan melakukan atau sudah memberikan surat edaran kepada BUJT mengenai kebijakan diskon tarif tol tersebut,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga:  Blak-blakan soal UU TNI, Prabowo: Tentara yang Masuk Jabatan Sipil akan Pensiun Dini

3. Penebalan Bantuan Sosial

Pemerintah mengalokasikan Rp11,93 triliun untuk memperkuat bantuan sosial, rinciannya sebagai berikut:

  • Tambahan dana sebesar Rp200 ribu per bulan selama dua bulan bagi 18,3 juta penerima Kartu Sembako.
  • Setiap penerima juga akan mendapatkan 10 kg beras per bulan selama dua bulan.

4. Bantuan Subsidi Upah (BSU)

Sebanyak Rp10,72 triliun dialokasikan untuk bantuan subsidi upah. Rincian penyalurannya adalah sebagai berikut:

  • Rp300 ribu per bulan selama dua bulan bagi 17,3 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta atau di bawah UMP/UMK.
  • Termasuk 565 ribu guru honorer dari Kementerian Dikdasmen dan Kementerian Agama.
  • Pemerintah juga memperpanjang diskon 50% iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi 2,7 juta pekerja di enam industri padat karya.

“Ini tujuannya adalah kepada para pekerja di industri padat karya yang mendapatkan tekanan akibat berbagai situasi global dan persaingan ekspor bisa tetap mendapatkan jaminan,” jelas Sri Mulyani.

5. Gaji ke-13 ASN, TNI-Polri

Paket ini juga dilengkapi dengan pencairan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan sebesar Rp49,3 triliun pada Juni 2025.

Dari total Rp24,44 triliun stimulus, sebanyak Rp23,59 triliun bersumber dari APBN dan Rp0,85 triliun dari non-APBN.

Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal II tetap mendekati 5 persen, meskipun ada ancaman pelemahan akibat kondisi global.

“Kita harapkan pada kuartal kedua maka pertumbuhan ekonomi tetap bisa dijaga mendekati 5 persen dari yang tadinya diperkirakan akan melemah akibat kondisi global,” tutup Sri Mulyani.

(AKM/NID/RAD)

Trending