Connect with us

Berita

Ratusan Jemaah Haji RI Tak Kebagian Tenda, Ketua PPIH Minta Maaf

Ratusan jemaah haji RI sempat tak dapat tenda saat wukuf di Arafah. PPIH minta maaf dan ambil langkah tangani kepadatan serta gangguan distribusi konsumsi.

Logompn

Published

on

Ratusan jemaah haji ri tak kebagian tenda, ketua ppih minta maaf
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi. Gambar : Dok. Kemenag

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - Ratusan jemaah haji Indonesia sempat tidak mendapat tenda saat wukuf di Arafah, puncak ibadah haji 2025 yang berlangsung pada 9 Zulhijah 1446 H atau 5 Juni 2025.

Insiden ini terjadi saat jemaah haji tiba dari hotel di Makkah sehari sebelumnya, 4 Juni, dan mendapati tidak ada tempat tersedia di tenda yang telah disiapkan.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, pada Sabtu (7/6).

“Atas nama Ketua PPIH Arab Saudi, saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian jemaah haji Indonesia,” ujar Muchlis di Makkah, dikutip MPN Indonesia dari laman Kementerian Agama pada Senin (9/5).

Penyebab Masalah Penempatan Tenda

Muchlis menjelaskan, ada beberapa faktor teknis, sosial, dan kultural yang menyebabkan ketidaksesuaian penempatan jemaah di tenda Arafah.

Pertama, sejumlah tenda yang masih memiliki kapasitas kosong tidak bisa diakses oleh jemaah lain karena pengaturan awal yang berbasis kelompok.

“Misalnya, tenda berkapasitas 350, sebenarnya baru dihuni 325 jemaah dari satu kelompok, namun tidak dapat diakses jemaah lain, bahkan meski dari markaz yang sama,” jelasnya.

Kedua, sistem keberangkatan jemaah berbasis hotel menyulitkan penataan.

Seharusnya, penempatan berdasarkan markaz dan syarikah. Namun, sejumlah jemaah memilih pindah hotel dengan berbagai alasan.

“Karena sistem keberangkatan dari Makkah ke Arafah menggunakan pendekatan berbasis hotel, bukan berdasarkan markaz atau syarikah, maka tenda-tenda tertentu terisi penuh lebih dulu, bahkan sebelum jemaah yang juga dijadwalkan menempati tenda tersebut tiba di lokasi,” tambahnya.

Ketiga, keterbatasan jumlah petugas juga menjadi kendala. Dengan hanya beberapa petugas yang melayani lebih dari 203 ribu jemaah yang tersebar di 60 markaz, pengaturan menjadi tidak optimal.

Baca Juga:  Istilah-Istilah dalam Haji yang Penting untuk Kamu Ketahui

“Banyak petugas yang kelelahan,” ucapnya.

Keempat, mobilitas jemaah yang tidak terkendali. Banyak yang berpindah tenda untuk berkumpul dengan kerabat atau kelompok bimbingan, memperparah beban tenda dan menyulitkan pengawasan.

“Perpindahan ini memperburuk distribusi beban tenda dan menyulitkan kontrol layanan secara keseluruhan,” katanya.

Dampak pada Distribusi Konsumsi

Masalah tenda juga berdampak pada distribusi konsumsi. Jemaah seharusnya menerima lima kali makan selama 8–9 Zulhijah, tetapi karena penempatan yang tidak sesuai, distribusi tidak berjalan lancar.

“Sebagian jemaah tidak mendapatkan jatah makan tepat waktu karena data distribusi di Markaz/Syarikah tidak cocok dengan kondisi riil,” pungkas Muchlis.

Langkah Penanganan PPIH

PPIH Arab Saudi segera mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi situasi tersebut. Langkah pertama adalah menyisir dan memetakan ulang kapasitas tenda.

“Pemetaan ulang menunjukkan bahwa beberapa tenda masih menyimpan kapasitas tambahan,” tuturnya.

Tenda petugas juga dialihfungsikan untuk jemaah.

“Tiga tenda petugas di wilayah Markaz 105 (Syarikah Rifadah) dialihfungsikan dan dipakai untuk menampung jemaah yang belum kebagian tempat,” paparnya.

Selain itu, PPIH bernegosiasi dengan syarikah untuk menyediakan tenda tambahan dan memanfaatkan tenda utama Misi Haji Indonesia.

Upaya terakhir dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Hasilnya, sekitar 2.000 jemaah berhasil ditempatkan di tenda cadangan resmi.

“Melalui upaya-upaya tersebut, kepadatan mulai terurai dan saat puncak wukuf, seluruh jemaah sudah berada di tenda untuk melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” tegas Muchlis.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending