Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Ditegur Netizen karena Nebeng Patwal dan Tak Pakai Helm

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi minta maaf usai bonceng motor Patwal tanpa helm. Aksinya tuai kritik publik soal keselamatan dan keteladanan pejabat.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi minta maaf usai ditegur netizen karena nebeng patwal dan tak pakai helm
Momen Dedi Mulyadi Nebeng Patwal dan Tidak Menggunakan Helm. Gambar : Kolase Tangkapan Layar X/@BosPurwa

MPN Indonesia 14 Juni 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kritik usai terekam membonceng motor Patwal tanpa mengenakan helm di kawasan Sentul, Jawa Barat, pada Selasa (11/6).

Aksi ini dinilai melanggar prosedur keselamatan berkendara dan langsung memicu gelombang protes dari warganet di berbagai platform media sosial.

Dalam menanggapi sorotan tersebut, Dedi Mulyadi mengakui kesalahannya secara terbuka melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis (12/6).

“Siap salah dan siap ditilang,” tulis Dedi Mulyadi dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (14/6).

Unggahan Lama Dikutip, Dedi Dinilai Ulangi Kesalahan

Meski telah meminta maaf, kemarahan publik belum mereda. Di platform X, akun bernama Jongos Oligarki menyoroti bahwa insiden ini bukanlah yang pertama.

Dalam unggahan pada Kamis (13/6), akun tersebut membagikan tangkapan layar dari video YouTube Dedi Mulyadi saat membonceng seorang petani tanpa helm.

“Kesalahan yang sama dilakukan anda bukan satu kali, tapi sering,” tulis pengelola akun.

Kritik terhadap Alasan dan Manajemen Waktu

Akun tersebut juga menyoroti alasan Dedi Mulyadi membonceng motor Patwal, yakni untuk lebih cepat sampai ke acara peresmian Kampus Bhinneka Tunggal Ika, Universitas Pertahanan RI, sebelum kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan alasan sebagai tuan rumah, harusnya di sana sudah tahu bahwa kemacetan akan terjadi. Kenapa tidak berangkat dari 3 atau 4 jam lebih awal?” tulisnya.

Netizen juga mempertanyakan mengapa tidak dipertimbangkan opsi menginap di lokasi terdekat demi menghindari kemacetan.

“Kenapa tidak menginap di hotel atau sewa rumah yang dekat dengan kampus, jika event itu sangat penting buat anda?” tambah pengelola akun.

Seruan Etika dan Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

Selain persoalan teknis, akun tersebut menekankan pentingnya contoh dari seorang pemimpin, terutama terkait keselamatan dan sikap yang mencerminkan etika publik.

Baca Juga:  Profil Rizki Rahmanto, General Manager yang Sukses 25 Tahun Berkarier di Bidang HR

“Pernah kah terpikirkan, jika orang lain juga ingin sampai tempat tujuan tepat waktu? Pemimpin sepenting rakyatnya. Gunakan common sense itu, meskipun memang jarang ditemukan dalam jiwa pemimpin akhir-akhir ini,” imbuh pengelola akun.

Meskipun begitu, pengakuan kesalahan Dedi dinilai sebagai langkah ksatria.

“Permintaan maaf adalah sifat ksatria,” kata pengelola akun.

Namun, akun tersebut tetap mengingatkan pentingnya konsistensi dalam bersikap, bukan hanya sebagai bentuk pencitraan semata.

“Tolong selalu ingat ini. Tugas utama seorang pemimpin adalah memberi contoh. Aturan untuk rakyat, berlaku juga untuk pemimpin. Jangan gaya-gayaan jika belum mampu untuk jadi pemimpin yang amanah,” lanjut pengelola akun.

Unggahan ditutup dengan harapan agar Dedi Mulyadi mengambil pelajaran dari insiden ini.

“Semoga ke depannya menjadi seorang pemimpin yang lebih baik dan amanah, bukan pula sekedar pencitraan,” tutup pengelola akun dalam unggahannya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending