Connect with us

Berita

Masuk Proyek Prioritas Nasional, Giant Sea Wall Semarang-Demak Berpotensi Diperpanjang 10 KM

Wakil Gubernur Jawa Tengah mengumumkan rencana potensial penambahan panjang giant sea wall Semarang-Demak.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 16t133037.073
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat rapat di Kantor Kementerian PU, Kamis (12/6) | Gambar: Dok. humas Jateng

Jawa Tengah, MPN Indonesia 16 Juni 2025 - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengumumkan rencana potensial penambahan panjang giant sea wall (tanggul laut) di wilayah Semarang-Demak sepanjang 10 kilometer.

Hal itu disampaikan dalam rapat dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, di Jakarta pada Kamis (12/6).

Penambahan tersebut bertujuan menangani meluasnya banjir rob yang mengancam kawasan Sayung di Kabupaten Demak serta sebagian Kota Semarang.

“Tadi sudah bertemu dengan Menteri PU, sudah dijelaskan usulan dari masyarakat Kabupaten Demak, kita sampaikan terkait penambahan giant sea wall untuk tanggul,” ungkap Taj Yasin usai rapat, dikutip MPN Indonesia dari laman Pemprov Jateng.

Estimasi Biaya Rp1,7 Triliun

Usulan ini menyasar sisi timur Tol Semarang-Demak, dengan estimasi biaya sebesar Rp1,7 triliun.

Pemerintah menetapkan wilayah terdampak yang akan menjadi prioritas adalah Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Total ada 22 desa yang mengalami banjir rob.

Penambahan infrastruktur ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan rob di wilayah utara Jawa, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menginisiasi pembangunan tanggul laut dari Banten hingga Jawa Timur.

Penanganan Rob Jangka Pendek

Sambil menunggu realisasi proyek besar giant sea wall di wilayah Semarang-Demak, langkah-langkah penanganan jangka pendek telah dimulai.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengerahkan ekskavator dan pompa air ke Sungai Dombo di wilayah Sayung.

Kementerian PU juga akan menambah lima unit pompa berkekuatan tinggi, yang sebelumnya digunakan untuk penanganan banjir bandang di perbatasan Demak-Kudus pada 2023–2024.

“Normalisasi juga sudah mulai kami lakukan. Tadi juga disampaikan oleh Kementerian, akan ada tambahan pompa sebanyak lima unit yang kapasitasnya lebih besar,” ujar Taj Yasin.

Baca Juga:  Prabowo Ungkap Tak Ada Niat untuk Reshuffle Kabinet, Ini Kata Pengamat!

Titik-titik pemasangan pompa diprioritaskan di area dengan genangan rob yang cukup dalam, dengan target penurunan air sekitar 30 cm dalam waktu dua sampai tiga hari.

Hasil kerukan sedimentasi dari normalisasi sungai akan disalurkan kepada masyarakat untuk pengurukan rumah dan fasilitas umum secara gratis.

“Itu akan kita berikan semuanya, tidak ada pungutan biaya, sehingga tidak hanya menormalisasikan sungainya, tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak rob,” tambah Taj Yasin.

(AKM/NID/RAD)

Trending