Connect with us

Berita

Program MBG Butuh 82,9 Juta Telur per Hari, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Pangan Lokal dan Variasi Menu

Program Makan Bergizi Gratis butuh 82,9 juta butir telur/hari. Ahli gizi ingatkan pentingnya variasi menu dan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Logompn

Published

on

Program mbg butuh 82,9 juta butir telur per hari, pakar ingatkan pentingnya variasi menu
Ilustrasi Anak Sekolah Dasar Mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah. Gambar : Ilustrasi AI By MPN Indonesia/Nida

MPN Indonesia 19 Juni 2025 - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan harian sebesar 82,9 juta butir telur untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan hal tersebut usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) pada Senin (16/6).

“Kita butuh banyak pasokan, misalnya saja untuk telur, satu hari saja kita wajibkan makan telur, kita butuh 82,9 juta butir telur. Terus berapa ayam yang dibutuhkan untuk bisa menghasilkan telur itu? Kira-kira 100 juta ekor ayam untuk bisa menghasilkan telur sebanyak itu,” kata Dadan kepada wartawan.

Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada Satu Sumber Protein

Guru Besar Ilmu Gizi, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, mengingatkan bahwa program Makan Bergizi Gratis sebaiknya tidak terlalu mengandalkan satu jenis bahan pangan.

Menurutnya, variasi menu sangat penting agar anak-anak tidak bosan dan tetap mendapat asupan gizi yang seimbang.

“Kalau anak-anak makan telur terus setiap hari, pasti akan timbul rasa bosan. Oleh karena itu, variasi menu sangat penting agar kualitas gizi tetap terjaga dan anak-anak tetap semangat makan,” ujar Ali Khomsan dalam wawancara bersama MPN Indonesia, Kamis (19/5).

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai alternatif sumber protein di berbagai daerah.

“Di Papua dan Maluku misalnya, ikan laut bisa menjadi sumber protein utama, sedangkan di Jawa hampir semua pilihan protein, sayur, dan buah mudah didapat,” jelasnya.

Baca Juga:  Breaking News! Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Telur Jadi Komponen Strategis, Tapi Bukan Satu-satunya

Telur dipilih sebagai bahan utama MBG karena kandungan gizinya yang tinggi, mudah diolah, dan familiar di masyarakat.

Ali Khomsan menjelaskan, telur juga relatif murah dan tersedia luas di pasar Indonesia.

“Telur ini mudah didapat, harganya relatif murah, dan teknologi ayam ras sudah membuatnya jadi andalan penyediaan protein hewani,” katanya.

Harga telur yang berkisar antara Rp2.500 hingga Rp3.000 per butir dinilai efisien untuk program nasional.

Dengan target 82,9 juta butir per hari, diperlukan sekitar 100 juta ayam petelur secara konsisten.

Hal ini menjadi tantangan besar dalam hal distribusi dan logistik, namun menurut Ali Khomsan, bukan hal yang mustahil jika ada koordinasi yang baik antar sektor.

Pentingnya Variasi Menu dan Penguatan Bahan Pangan Lokal

Ali Khomsan kembali menekankan perlunya variasi menu. Anak-anak, khususnya di kelas 1 hingga 3 SD, menurutnya punya selera makan yang lebih selektif, sehingga penyusunan menu MBG harus mempertimbangkan aspek psikologis anak-anak.

“Kalau dalam satu minggu anak-anak selalu bertemu telur tiap hari, pasti akan timbul rasa bosan,” ungkapnya.

Ia menyarankan penggunaan bahan pangan lokal sebagai pengganti atau pelengkap sumber protein, seperti ikan, ayam, dan daging sapi sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Dapur MBG dan Pelibatan Masyarakat Miskin

BP Taskin akan membangun 1.000 dapur MBG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) sebagai bagian dari infrastruktur pendukung program.

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa dapur-dapur ini akan disesuaikan dengan kepadatan penduduk dan kondisi geografis.

“Kami ingin memberdayakan orang miskin untuk ikut dalam rantai produksi seperti beternak, menanam sayuran, dan lain-lain,” tutur Budiman.

Strategi ini tidak hanya bertujuan menekan biaya distribusi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.

Baca Juga:  BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan untuk Tingkatkan Standar Dapur SPPG

Ali Khomsan turut mendukung pemanfaatan hasil pertanian dan perikanan lokal sebagai bagian dari menu harian MBG.

“Produk buah, sayur, dan hasil ternak atau perikanan lokal bisa diintegrasikan ke dalam menu harian MBG,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending