Internasional
Iran Resmi Izinkan Penutupan Selat Hormuz, Jalur Penting Minyak dan Gas Dunia
Iran pertimbangkan tutup Selat Hormuz usai serangan AS, langkah ini bisa ganggu pasokan energi global dan picu lonjakan harga minyak dunia.
MPN Indonesia 23 Juni 2025 - Iran mempertimbangkan untuk menutup Selat Hormuz setelah parlemen negara tersebut menyetujui usulan penutupan jalur pelayaran vital itu pada Sabtu (21/6).
Keputusan ini muncul menyusul serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran.
Langkah ini menambah ketegangan di kawasan, mengingat sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melintasi selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Penutupan jalur ini berpotensi mengguncang pasar energi global.
Meski parlemen telah menyetujui, pelaksanaan keputusan masih menunggu persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Respons Iran terhadap Ketegangan dengan AS
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa penutupan Selat Hormuz dipertimbangkan sebagai bagian dari respons atas meningkatnya ketegangan, khususnya setelah keterlibatan militer Amerika Serikat di kawasan.
Otoritas Iran menyatakan kesiapan membela diri jika AS secara langsung terlibat dalam konflik antara Israel dan Iran.
Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyatakan pihaknya berada dalam kondisi siaga tinggi.
“AS dalam ‘kewaspadaan tinggi’ terhadap pembalasan dari Teheran,” ujar Caine dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia dari USA Today, Senin (23/6).
Peringatan Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memperingatkan bahwa jika Iran menutup Selat Hormuz, hal tersebut bisa memperburuk eskalasi.
“Itu akan menjadi tindakan bunuh diri bagi mereka, karena saya pikir seluruh dunia akan menentang mereka jika mereka melakukan itu,” ujar Rubio dalam wawancara dengan Margaret Brennan dari CBS.
Dampak Terhadap Pasokan Minyak dan Gas Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak dan gas paling penting di dunia.
Penutupan selat ini akan mengganggu arus distribusi energi global, memicu lonjakan harga, dan berdampak pada negara-negara pengimpor utama seperti Amerika Serikat.
Iran menyebut opsi ini sebagai bagian dari hak mempertahankan diri jika konflik semakin meluas.
Selain itu, pemerintah Iran mengklaim langkah ini adalah respons terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam serangan terhadap negaranya.
Namun hingga kini, keputusan akhir masih berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang akan menentukan apakah penutupan Selat Hormuz benar-benar akan dilaksanakan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
