Connect with us

Berita

Tangsel akan Operasikan 33 Trayek Angkot

Pemkot Tangse akan mengoperasikan 33 trayek baru angkot sebagai transportasi terintegrasi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 26t111203.114
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan | Gambar: Dok. Pemkot Tangsel

Banten, MPN Indonesia 26 Juni 2025 - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) di Provinsi Banten akan segera mengoperasikan 33 trayek baru angkutan kota (angkot) sebagai bagian dari kebijakan transportasi terintegrasi.

Dari total trayek yang telah disetujui dalam Rencana Umum Jaringan Trayek (RUJT), sebanyak 13 trayek akan menjadi prioritas pengoperasian pada tahun ini.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem transportasi umum di Tangerang Selatan.

Dikaji Kemenhub

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa pengajuan trayek baru telah dikaji dan mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kita kan ada 33 trayek yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kita sudah mengajukan, kajiannya sudah ditetapkan oleh Kemenhub. Pak Wali Kota juga sudah tanda tangan,” ujar Pilar Saga Ichsan kepada wartawan.

Pilar menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pembaruan dan peningkatan fasilitas pada 13 trayek yang sudah ada.

“Nah kemarin itu arahan Pak Wali Kota untuk memperbaharui dulu ya, memperbaharui dan memperbagus 13 trayek dulu, itu yang existing. Jadi ada 13 trayek yang existing sekarang, ada 20 trayek yang baru. Nah yang 13 dulu kita fokus,” kata Pilar.

Perbaikan Fasilitas

Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa angkot yang akan beroperasi pada 13 trayek awal akan mengalami peremajaan menyeluruh.

Armada yang disiapkan akan berbentuk angkot feeder dengan fasilitas seperti pendingin udara dan sistem terintegrasi.

“Itu bentuknya feeder ya, feeder itu kayak angkot. Kalau Jakarta itu JakLingko, tapi angkot dengan fasilitas. Fasilitasnya yang bagus, ada AC-nya, terintegrasi. Nah ini yang 13 dulu, supaya itu dibenahi dulu,” jelas Pilar.

Baca Juga:  Selain Ramp Check, Pemerintah Tangerang Selatan Tes Kesehatan Sopir untuk Keamanan Pemudik

Selain itu, Pemkot juga akan menyediakan halte dan fasilitas pemberhentian yang lebih nyaman di sepanjang trayek tersebut.

“Supaya fasilitasnya benar-benar bagus, haltenya dan lain sebagainya. Jangan sampai nanti ada penambahan angkot malah menimbulkan kemacetan,” tambah Pilar.

Target Selesai dalam 5 Tahun

Setelah 13 trayek awal berjalan optimal, pengoperasian 20 trayek lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Pilar menargetkan 33 trayek baru angkot tersebut akan selesai dalam lima tahun. Ia juga mengatakan nantinya angkot tidak dimiliki oleh perorangan.

“Sekarang kan ada angkot nih, tapi kan udah nggak layak angkotnya, udah lebih dari 10 tahun 20 tahun. Kan ada yang ada di daerah Ciputat misalnya, nah nanti bakal kita gantikan oleh kendaraan baru. Tapi harus berbadan hukum, misalkan minimal koperasi gitu atau minimal CV gitu ya. Supaya angkot ini terdaftar, bukan perorangan,” ujar Pilar.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending