Connect with us

Berita

OJK Bocorkan Rencana Muhammadiyah Buka Bank Syariah

OJK mengungkapkan rencana Muhammadiyah mendirikan bank syariah baru.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 01t113446.563
OJK Bocorkan Rencana Muhammadiyah Buka Bank Syariah | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 Juli 2025 - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan rencana Muhammadiyah untuk mendirikan bank syariah baru yang diberi nama Bank Syariah Muhammadiyah (BSM).

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, perizinan pendirian bank tersebut saat ini sedang diproses dan diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat.

“Iya sudah [diproses]. Iya, kayaknya sudah mau keluar [izinnya] ini, enggak lama lagi. Mungkin sebulan ini lah, saya kira sudah keluar,” ujar Dian selepas Opening BSI International Expo 2025 di Jakarta International Convention Center, Kamis (26/6).

Buat BPRS Terlebih Dulu

Dian menjelaskan Muhammadiyah akan memulai langkahnya di sektor perbankan syariah dengan mendirikan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) terlebih dahulu.

BPRS ini akan menjadi tahap awal sebelum Muhammadiyah memutuskan apakah bank syariah tersebut akan bergerak sebagai bank komersial besar atau tetap dalam model bisnis close loop yang melayani anggota Muhammadiyah saja.

“Muhammadiyah itu akan mengeluarkan dulu yang namanya BPRS, nah itu akan menjadi prototype sebetulnya. Jadi apakah nanti akan bergerak ke arah bank komersial yang gede itu sedang mereka pikirkan,” jelas Dian.

Perizinan bank syariah Muhammadiyah ini merupakan bagian dari strategi transformasi salah satu BPRS milik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka).

Bank tersebut akan diubah menjadi perusahaan cangkang yang menaungi BPRS lain milik Muhammadiyah.

“Iya itu akan menjadi. Nah setelah itu nanti akan ditransformasi. Itu sebenarnya ganti nama dulu, terus kemudian baru yang lainnya. Nanti mudah-mudahan bisa begitu. Nanti mungkin sampai bank umum juga,” ungkap Dian.

Strategi Muhammadiyah Bangun Bank Syariah

Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mukhaer Pakkanna, menjelaskan bahwa Muhammadiyah akan menggunakan BPRS Matahari Artha Daya sebagai basis pendirian Bank Syariah Muhammadiyah.

Baca Juga:  Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Menurut Mukhaer, Muhammadiyah memiliki 17 BPRS, namun penggabungan semua BPRS dinilai sulit dilakukan, sehingga dipilih satu BPRS untuk menjadi perusahaan cangkang.

“BPRS Matahari Artha Daya itu yang (jadi) bank nanti, kemudian (BPRS lain) ikut gabung. Jadi BPR lain bisa memegang saham ke bank yang baru. Satu yang jadi magnet. Jadi satu itu yang ditransformasi menjadi bank. Habis itu yang lain akan masuk juga. Jadi bukan di merger, ya. Dia akan melebur,” jelas Mukhaer pada acara Kolaborasi Strategis Muhammadiyah dan DMMX di Jakarta, Rabu (25/6).

Mukhaer menambahkan bahwa transformasi ini bukan hasil dari proses merger, melainkan konsolidasi dengan model perusahaan cangkang, di mana BPRS lainnya dapat menjadi pemegang saham pada bank syariah Muhammadiyah yang baru.

“Jadi yang diambil itu BPRS-nya Uhamka, ditransformasi menjadi bank KBMI I dan seterusnya. Itu yang ditransformasi dan sudah disetujui oleh OJK. Satu yang diambil, bukan merger,” kata Mukhaer.

Saat ini, Muhammadiyah masih melakukan konsolidasi internal dan penguatan permodalan sebagai syarat untuk mendirikan Bank Syariah Muhammadiyah.

Target permodalan minimal yang harus dipenuhi adalah Rp100 miliar untuk dapat masuk dalam kategori bank buku 1.

“Rencana mungkin tahun ini sudah datang BSM. Ini lagi konsolidasi, termasuk permodalannya, minimal Rp100 miliar untuk buku 1, habis itu baru lompat ke buku 4 untuk bank umum,” ungkap Mukhaer.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending