Connect with us

Berita

KPAI Jamin Sekolah Rakyat Aman untuk Anak

KPAI memastikan bahwa Sekolah Rakyat yang berkonsep asrama akan menjadi lingkungan aman dan ramah anak.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 04t103234.448
Komisioner KPAI Ai Rahmayanti dan Menteri Sosial Gus Ipul saat konferensi pers, Rabu (2/7) | Gambar: Dok. Kemensos

MPN Indonesia 4 Juli 2025 - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan bahwa Sekolah Rakyat yang berkonsep asrama akan menjadi lingkungan aman dan ramah anak.

Modul perlindungan dan pengasuhan anak telah resmi masuk ke dalam kurikulum sekolah guna mencegah praktik perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

“Untuk Sekolah Rakyat ini karena berbasis asrama harus mendapat pengasuhan. Kami sudah bahas dengan beberapa kementerian terkait mengenai adanya modul perlindungan dan pengasuhan,” ujar Komisioner KPAI Ai Rahmayanti dalam konferensi pers Retret Tahap II Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, Rabu (2/7).

Langkah Perlindungan Anak dari Kekerasan

Modul perlindungan dan pengasuhan ini nantinya akan menjadi pedoman utama bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik dalam mewujudkan lingkungan inklusif dan berbasis hak anak.

“Artinya meski ada pengasuh pengganti tetap, ini harus berbasis pada hak anak dan HAM, agar kekerasan bisa dimitigasi,” ucap Ai.

“Harus ada kebijakan keselamatan anak, mulai dari penyadaran, pencegahan, pelaporan, hingga penanganan,” lanjutnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang turut hadir menekankan pentingnya pembekalan bagi pendidik agar memahami isi modul secara menyeluruh.

Untuk itu, Kemensos menggandeng KPAI dan kementerian terkait dalam pembinaan kepada seluruh tenaga pengajar.

“Kita masukkan bagian dari kurikulum kita dan modul-modulnya agar kepala sekolah dan guru memahami dengan baik,” jelas Gus Ipul.

Selain pembekalan modul, upaya pencegahan kekerasan di Sekolah Rakyat juga dilakukan melalui penggunaan teknologi seperti pemasangan CCTV.

Matrikulasi Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa masa matrikulasi dan orientasi Sekolah Rakyat akan dimulai pada 14 Juli 2025.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi akan Gelontorkan Dana Rp30 M untuk Beasiswa sampai S3!

Sebanyak 100 titik sudah siap, dan 100 titik tambahan akan menyusul secara bertahap.

“Insya Allah bisa tampung lebih dari 10 ribu siswa. Yang 100 titik di 14 Juli, lalu sebagian lagi di akhir Juli tergantung kesiapan sarana dan prasarana,” kata dia.

Adapun peluncuran resmi Sekolah Rakyat masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto.

“Peluncuran resminya nanti oleh presiden, tinggal nunggu waktunya. Jadi 14 Juli masuk masa matrikulasi, masa orientasi, masa saling mengenal,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending