Connect with us

Teknologi

CEO OpenAI: Jangan Terlalu Percaya Jawaban ChatGPT

CEO OpenAI Sam Altman menegaskan ChatGPT masih bisa keliru dan pengguna harus tetap memverifikasi informasi yang diberikan chatbot AI tersebut.

Logompn

Published

on

Ceo openai jangan terlalu percaya jawaban chatgpt
CEO OpenAI, Sam Altman. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/OpenAI

MPN Indonesia 4 Juli 2025 - CEO OpenAI, Sam Altman, mengingatkan agar pengguna tidak sepenuhnya percaya pada jawaban yang diberikan oleh ChatGPT.

Peringatan ini disampaikannya dalam episode perdana podcast resmi OpenAI berjudul “Sam Altman on AGI, GPT-5, and what’s next”, yang dirilis pada Minggu (18/6).

Altman menjelaskan bahwa meskipun ChatGPT terlihat cerdas dan membantu, teknologi ini masih memiliki keterbatasan signifikan.

“Orang-orang punya tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap ChatGPT, yang sebenarnya cukup mengejutkan, karena AI itu masih sering ‘berhalusinasi’,” ujar Altman dalam podcast tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (4/7).

Dalam konteks AI, “halusinasi” mengacu pada kecenderungan chatbot menghasilkan informasi yang tidak akurat, meski disampaikan dengan meyakinkan.

Teknologi AI Masih Harus Diverifikasi

Altman menyarankan pengguna untuk selalu memverifikasi informasi yang diperoleh, terutama dalam konteks penting seperti pendidikan, kesehatan, riset, dan keuangan.

“Teknologi ini belum benar-benar bisa diandalkan 100 persen. Kami harus jujur dan terbuka soal itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ChatGPT bekerja dengan memprediksi kata berikutnya berdasarkan pola bahasa dari berbagai sumber, bukan dari pemahaman yang sesungguhnya.

“ChatGPT itu alat bantu, bukan pengganti akal sehat kita,” lanjut Altman.

Netralitas dan Kepercayaan Jadi Prioritas

Selain membahas soal keandalan, Altman juga menyinggung potensi monetisasi ChatGPT ke depan, seperti iklan atau fitur berbayar.

Ia menegaskan bahwa isi jawaban tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan bisnis.

“Kalau isi jawaban ChatGPT sampai dipengaruhi oleh siapa yang bayar lebih, itu akan menghancurkan kepercayaan pengguna,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga kepercayaan adalah prioritas utama OpenAI. Informasi yang diberikan oleh ChatGPT harus tetap netral dan tidak bias.

Baca Juga:  AI Seedance 2.0 Hadir di CapCut, Bisa Bikin Video Lebih Realistis!

Pengguna Harus Tetap Kritis

Altman menutup dengan mengingatkan bahwa meski AI seperti ChatGPT bisa menjadi alat yang berguna, pengguna tetap harus berpikir kritis dan tidak menggantungkan diri sepenuhnya pada jawaban chatbot.

“Meski dapat membantu jika digunakan dengan bijak, akurasi dan kebenaran informasi tetap menjadi tanggung jawab pengguna,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending