Connect with us

Internasional

Hubungan dengan Trump Renggang, Elon Musk Bentuk Partai Politik Sendiri

Setelah sebelumnya menjadi pendukung utama Trump, Musk kini mendeklarasikan partai politik baru bernama America Party.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn (23)
Hubungan dengan Trump Renggang, Elon Musk Bentuk Partai Politik Sendiri | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 7 Juli 2025 - Hubungan antara Elon Musk dan Donald Trump resmi memburuk.

Setelah sebelumnya menjadi pendukung utama Trump, Musk kini mendeklarasikan pembentukan partai politik baru bernama America Party.

Langkah ini diambil usai ia mengecam keras rancangan undang-undang kebijakan fiskal yang digagas Trump dan resmi disahkan Jumat (4/7) lalu.

“Ketika negara ini bangkrut karena pemborosan dan korupsi, kita sebenarnya hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulis Musk di platform media sosial miliknya, X.

“Hari ini, America Party dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda,” sambung Musk.

Musk, yang sebelumnya menyumbangkan dana besar untuk kampanye Trump 2024 dan menjadi salah satu penasihat dekatnya, menyebut rancangan undang-undang perpajakan dan pemangkasan anggaran sebagai “abominasi menjijikkan” karena dinilai akan menambah utang negara hingga lima triliun dolar AS.

Tanggapan Donald Trump

Menanggapi deklarasi tersebut, Trump mengecam keputusan Musk dan menyebutnya “konyol” serta kontraproduktif bagi sistem politik dua partai yang sudah berjalan selama ini di Amerika Serikat.

“Menurut saya, membentuk partai ketiga itu konyol. Kita sudah sangat sukses dengan Partai Republik. Sistem kita ini memang dua partai, dan membuat partai baru hanya akan menimbulkan kebingungan,” kata Trump saat hendak naik Air Force One dari New Jersey, Minggu (6/7), dikutip MPN Indonesia dari CNN.

Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump bahkan menyebut Musk telah “keluar jalur”.

Tujuan Ambisius Musk

Meski belum jelas apakah America Party telah didaftarkan secara resmi ke Komisi Pemilihan Federal (FEC), Musk menyatakan akan mulai aktif dalam Pemilu Paruh Waktu 2026 dengan mendukung kandidat tertentu di beberapa kursi DPR dan Senat.

Baca Juga:  Jokowi Semakin Akrab dengan Prabowo, Unggah Video dan Ucapan Dirgahayu untuk Partai Gerindra di Instagram

Ia juga sempat mengancam akan menggulingkan semua anggota Kongres yang mendukung undang-undang fiskal Trump.

“Partai Republik menguasai seluruh cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif dan MASIH memiliki keberanian untuk meningkatkan ukuran pemerintahan secara besar-besaran, meningkatkan utang nasional hingga mencapai rekor LIMA TRILIUN DOLAR,” kata Musk

Meski banyak pihak skeptis terhadap efektivitas partai ketiga di AS, posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia dengan pengalaman memimpin perusahaan raksasa seperti Tesla dan SpaceX menjadikannya kekuatan politik yang tak bisa diremehkan.

Namun langkah ini bisa berdampak balik. Beberapa analis memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan Musk yang bergantung pada kontrak pemerintah bisa menjadi sasaran balasan politik.

Musk sendiri belum menjelaskan secara rinci visi dan misi partainya selain komitmen pada konservatisme fiskal dan pengurangan pemborosan anggaran negara.

(ADN/NID/RAD)

Trending