Connect with us

Internasional

Baru Seminggu Dibuka, Mal di Irak Ludes Terbakar hingga Tewaskan 69 Orang

69 orang tewas dan 11 lainnya hilang akibat kebakaran hebat di pusat perbelanjaan di Kota al-Kut, Provinsi Wasit, Irak, Kamis malam (17/7).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 18t102054.184
Baru Seminggu Dibuka, Mal di Irak Ludes Terbakar hingga Tewaskan 69 Orang | Gambar: X/@NoticieroSLV

MPN Indonesia 18 Juli 2025 - Setidaknya 69 orang dilaporkan tewas dan 11 lainnya masih hilang akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah pusat perbelanjaan di Kota al-Kut, Provinsi Wasit, Irak, pada Kamis malam (17/7).

Menurut otoritas kesehatan kota dan dua sumber kepolisian, kebakaran tersebut terjadi di gedung lima lantai Corniche Hypermarket, yang baru dibuka sepekan sebelumnya.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Irak, 61 korban tewas sebagian besar meninggal akibat sesak napas.

Dari jumlah tersebut, 14 jasad yang hangus belum berhasil diidentifikasi dan memerlukan tes DNA.

Mayoritas korban ditemukan di dalam kamar mandi, berdasarkan laporan resmi kementerian yang dikutip kantor berita AFP.

Gedung mal yang terbakar diketahui juga menampung restoran dan supermarket. Saat kebakaran terjadi, petugas pertahanan sipil berhasil menyelamatkan lebih dari 45 orang dari dalam gedung.

Namun, kebakaran yang diduga berasal dari lantai tempat produk kosmetik dan parfum dijual ini menyebar cepat dan menyebabkan banyak pengunjung terjebak di dalam.

Pernyataan Pemerintah Setempat

Pemerintah Irak langsung merespons peristiwa luar negeri ini dengan menginstruksikan penyelidikan.

Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap segala bentuk kelalaian.

Gubernur Mohammed al-Mayyeh juga menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal akan diumumkan dalam waktu 48 jam dan menetapkan tiga hari masa berkabung.

“Kami meyakinkan keluarga para korban bahwa kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang bertanggung jawab secara langsung atau tidak langsung atas kejadian ini,” katanya, dikutip MPN Indonesia dari CBS News.

Seorang pejabat kota, Ali al-Mayahi mengatakan kepada Reuters bahwa masih ada korban yang belum ditemukan di bawah puing-puing yang terbakar.

Baca Juga:  Bikin Haru, Anjing Ini Setia Menunggu Majikannya yang Tewas dalam Tragedi Jeju Air

Permasalahan Keamanan Bangunan di Irak

Peristiwa luar negeri ini kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan bangunan di Irak.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut telah mengalami sejumlah kebakaran besar dengan korban jiwa tinggi.

Pada 2021, kebakaran di sebuah rumah sakit di Nasiriyah menewaskan hingga 92 orang.

Sementara pada 2023, lebih dari 100 orang tewas dalam kebakaran di gedung pernikahan di Provinsi Nineveh.

Penggunaan bahan bangunan murah dan mudah terbakar seperti “sandwich panel” disebut menjadi salah satu penyebab cepatnya penyebaran api pada insiden kebakaran besar di Irak.

Pemerintah telah beberapa kali menjanjikan peninjauan ulang standar keselamatan gedung, namun insiden serupa terus berulang.

(ADN/NID/RAD)

Trending