Connect with us

Ekonomi

Bahlil Sebut RI Bakal Impor LPG & BBM dari AS, Bisa Capai Rp244 Triliun!

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia umumkan impor energi dari AS meningkat hingga Rp244 triliun, termasuk LPG, minyak mentah, dan BBM.

Logompn

Published

on

Bahlil sebut bakal impor lpg & bbm dari as, bisa capai rp244 triliun!
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Gambar : Instagram/@bahlillahadalia

MPN Indonesia 19 Juli 2025 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa Indonesia akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat (AS), meliputi Liquefied Petroleum Gas (LPG), minyak mentah (crude), dan bahan bakar minyak (BBM).

Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (18/7) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, sebagai tindak lanjut dari negosiasi perdagangan internasional antara Indonesia dan AS.

Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor barang Indonesia ke AS turun dari 32% menjadi 19%.

Menurut Bahlil, nilai transaksi ekspor dan impor sektor energi ini diperkirakan mencapai US$ 10 miliar hingga US$ 15 miliar atau setara Rp162,88 triliun hingga Rp244,33 triliun (asumsi kurs Rp16.288 per dolar AS).

“Proposal Indonesia kepada Amerika yang akan membeli kurang lebih sekitar US$ 10 miliar sampai US$ 15 miliar. LPG, kemudian BBM, dan crude,” kata Bahlil kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Ia menambahkan, Kementerian ESDM akan menindaklanjuti kesepakatan ini bersama PT Pertamina (Persero).

“Dengan proses deal negosiasi ini, maka kami dari ESDM sudah harus melakukan langkah-langkah dalam rangka menindaklanjuti, dengan khususnya Pertamina,” lanjut Bahlil.

Rencana Impor dan Kesiapan Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengungkapkan bahwa Pertamina telah menjalin kerja sama awal dengan beberapa mitra di AS untuk pengadaan minyak mentah.

“Pertamina sendiri, memang kita sudah melakukan kerja sama MoU, bersifat MoU, dengan beberapa mitra kami di Amerika Serikat. Yang baru MoU itu baru optimalisasi untuk kerja sama pengadaan minyak mentah,” jelasnya kepada wartawan pada Kamis (17/7) di Jakarta.

Baca Juga:  Viral! SPBU di Klaten Diduga Campur BBM dengan Air

Untuk LPG, Pertamina berencana meningkatkan porsi impor dari AS. Saat ini, sekitar 57% dari total impor LPG Indonesia berasal dari AS, dan jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 60%.

“LPG sampai per tahun 2024 kita sudah. Porsi impor LPG dari Amerika Serikat kita sudah cukup besar ya, 57%, dan memang ada penjajakan untuk peningkatan ke 60% nah itu akan kita jajaki juga,” ucap Fadjar.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari negosiasi perdagangan internasional antara kedua negara.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyepakati penurunan tarif impor barang Indonesia ke AS, yang menjadi dasar peningkatan pembelian produk energi dari AS.

Koordinasi Lanjut.an dan Payung Hukum

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah akan melanjutkan koordinasi teknis dengan BUMN sektor energi, termasuk Pertamina, untuk membahas implementasi kebijakan ini.

“Saya belum melakukan rapat teknis dengan Pertamina, nanti setelah rapat teknis dengan Pertamina, baru kami akan menyampaikan,” pungkas Bahlil.

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat sektor energi nasional melalui kerja sama bilateral, sekaligus merespons tantangan tarif ekspor dan impor global yang memengaruhi komoditas energi strategis.

(AKM/NID/RAD)

Trending