Connect with us

Internasional

Trump Sebut Coca-Cola di AS bakal Gunakan Gula yang Lebih Sehat, Pakai Tebu Asli

Donald Trump mengatakan Coca-Cola setuju mengganti kandungan pemanis dalam produknya dari sirup jagung fruktosa tinggi menjadi gula tebu.

Logompn

Published

on

Trump Sebut Coca-Cola di AS bakal Gunakan Gula yang Lebih Sehat, Pakai Tebu Asli
Trump Sebut Coca-Cola di AS bakal Gunakan Gula yang Lebih Sehat, Pakai Tebu Asli | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Juli 2025 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Coca-Cola, salah satu merek minuman terkemuka di negara tersebut, telah setuju untuk mengganti kandungan pemanis dalam produknya dari sirup jagung fruktosa tinggi menjadi gula tebu.

“Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan gula tebu asli dalam Coca-Cola di AS dan mereka telah setuju. Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang berwenang di Coca-Cola,” tulis Tump di Truth Social, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Senin (21/7).

Coca-Cola, melalui pernyataan resmi juru bicaranya, menyebutkan bahwa mereka akan segera membagikan detail terkait penawaran baru ini dan menghargai antusiasme Presiden Trump terhadap produk mereka.

Sejalan dengan Program Make America Healthy Again (MAHA)

Langkah ini sejalan dengan inisiatif kebijakan kesehatan pemerintah Amerika Serikat yang dikenal sebagai Make America Healthy Again (MAHA).

Trump sendiri dikenal sebagai penggemar lama Diet Coke dan konsumsi minuman tersebut turut terlihat dalam berbagai momen publik, termasuk saat pelantikannya sebagai Presiden AS ke-47 pada awal 2025.

Perubahan formulasi ini juga mencerminkan kebijakan yang tengah digalakkan oleh Menteri Kesehatan AS, Robert F Kennedy Jr., yang mendorong reformulasi produk makanan dan minuman untuk menghilangkan bahan-bahan tambahan seperti pewarna buatan serta menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat.

Kennedy mengungkapkan bahwa pedoman diet baru akan mendorong konsumsi makanan minim olahan atau whole foods.

Berdasarkan laporan Komisi MAHA yang dirilis pada Mei 2025, konsumsi sirup jagung fruktosa tinggi di AS dikaitkan dengan meningkatnya kasus obesitas pada anak-anak dan risiko penyakit kronis lainnya.

Baca Juga:  Trump: Pemimpin Israel dan Lebanon akan Bertemu Hari Ini

Meskipun ahli medis menganjurkan pengurangan gula tambahan, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan perbedaan signifikan antara dampak gula tebu dan sirup jagung terhadap kesehatan.

Dampak Ekonomi

Rencana penggantian ini berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar, terutama bagi industri jagung di wilayah Midwest AS yang selama ini menjadi pusat produksi sirup jagung.

John Bode, Presiden dan CEO Asosiasi Pemurni Jagung, menyoroti risiko kehilangan ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur makanan serta potensi penurunan pendapatan pertanian.

“Mengganti sirup jagung fruktosa tinggi dengan gula tebu akan menghilangkan ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur makanan Amerika, menekan pendapatan pertanian, dan meningkatkan impor gula asing. Semuanya tanpa manfaat gizi,” ujar Bode.

Peralihan ini juga dapat berdampak pada harga bahan baku. Analis Heather Jones memperkirakan bahwa jika Coca-Cola sepenuhnya menggantikan penggunaan HF55 (sirup jagung fruktosa tinggi yang digunakan industri minuman) dengan gula tebu, biaya tambahan bisa melampaui 1 miliar dolar AS.

Hal ini disebabkan perbedaan harga yang signifikan antara kedua jenis pemanis serta potensi lonjakan harga gula tebu.

Di sisi lain, AS tidak memiliki kapasitas produksi gula tebu yang mencukupi untuk menggantikan seluruh kebutuhan industri, sehingga diperkirakan akan meningkatkan ketergantungan pada impor.

(ADN/NID/RAD)

Trending