Connect with us

Internasional

Jaga-Jaga Diserang Israel, Presiden Iran Tegaskan Siap jika Harus Perang Lagi

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya siap sepenuhnya menghadapi kemungkinan serangan militer baru dari Israel.

Logompn

Published

on

Jaga-Jaga Diserang Israel, Presiden Iran Tegaskan Siap jika Harus Perang Lagi
Jaga-Jaga Diserang Israel, Presiden Iran Tegaskan Siap jika Harus Perang Lagi | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 24 Juli 2025 - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya siap sepenuhnya menghadapi kemungkinan serangan militer baru dari Israel.

Hal tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera beberapa pekan setelah konflik bersenjata selama 12 hari antara Iran dan Israel berakhir dengan gencatan senjata pada 24 Juni lalu.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak menaruh harapan besar pada gencatan senjata tersebut.

“Kami sepenuhnya siap untuk setiap langkah militer baru dari Israel, dan angkatan bersenjata kami siap menyerang jauh ke dalam wilayah Israel kembali,” kata Pezeshkian, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (24/7).

Diketahui, konflik yang berlangsung selama hampir dua minggu sebelum gencatan senja itu telah menelan 900 korban jiwa dari Iran dan 28 orang dari Israel.

Iran Tegaskan Serangan Israel Gagal

Pezeshkian menyatakan bahwa Israel gagal dalam tujuannya menghancurkan hierarki kepemimpinan Iran, meski telah menargetkan tokoh militer dan ilmuwan nuklir dalam serangannya.

“Israel berusaha menghilangkan hierarki kepemimpinan kami, tetapi mereka benar-benar gagal melakukannya,” ujarnya.

Terkait program nuklir, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen melanjutkan pengayaan uranium meskipun mendapat tekanan dari komunitas internasional.

Ia menyatakan bahwa program tersebut dijalankan dalam kerangka hukum internasional.

“Trump mengatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan kami setuju, karena kami menolak senjata nuklir. Itu adalah posisi politik, religius, kemanusiaan, dan strategis kami,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa kemampuan nuklir Iran tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas fisik.

Hal ini disampaikan Pezeshkian untuk menyanggah pernyataan Trump yang mengatakan bahwa program nuklir Iran telah berakhir.

Baca Juga:  Donald Trump Wanti-Wanti Oman soal Selat Hormuz: Berperilaku seperti Negara Lain atau Saya Ledakkan!

“Kemampuan nuklir kami berada di dalam benak para ilmuwan kami, bukan hanya di fasilitas,” kata Pezeshkian.

Upaya Pembunuhan Pezeshkian

Sementara itu, dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada 15 Juni, Pezeshkian mengonfirmasi adanya upaya pembunuhan terhadap dirinya yang hanya mengakibatkan luka ringan.

Ia menuduh Israel berada di balik serangan tersebut dengan tujuan mengguncang stabilitas politik Iran.

“Mereka ingin menjerumuskan negara ini ke dalam kekacauan agar bisa menggulingkannya sepenuhnya,” ucapnya.

AS Gagal Hancurkan Nuklir Iran

Menanggapi serangan yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran, Pezeshkian menilai bahwa kerusakan yang ditimbulkan tidak separah klaim Washington.

Iran pun membalas dengan menyerang pangkalan militer Al Udeid di Qatar, yang menurut Pezeshkian, bukan ditujukan kepada Qatar melainkan kepada pangkalan militer AS.

“Kami bahkan tidak pernah membayangkan adanya permusuhan atau persaingan antara kami dan negara Qatar,” katanya.

Tanggapan Internasional

Negara-negara Barat tengah mempertimbangkan opsi diplomatik terhadap program nuklir Iran pasca-konflik.

Di sisi lain, Israel menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan perang jika Iran tidak menghentikan proyek nuklir dan rudalnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menekankan bahwa perlu disusun rencana untuk mencegah Iran memulihkan program-program tersebut.

“Penting untuk merumuskan rencana yang memastikan Iran tidak kembali melakukan proyek nuklir dan rudalnya,” kata Katz seraya menyebut bahwa kemungkinan perang lanjutan tetap terbuka.

Pembicaraan terkait program nuklir Iran dijadwalkan berlangsung antara Iran dan tiga negara Eropa (Prancis, Jerman, dan Inggris) di Turkiye pada Jumat mendatang.

Ketiga negara tersebut sebelumnya telah memperingatkan bahwa kegagalan Teheran dalam melanjutkan perundingan bisa memicu pengenaan kembali sanksi internasional.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending